10 Malam Terakhir Ramadhan, Raih Berkah dengan I’tikaf

Suasana i’tikaf bersama Dompet Dhuafa di 10 malam terakhir

jdcdk
.
. « إِنِّى اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوَّلَ أَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ ثُمَّ اعْتَكَفْتُ الْعَشْرَ الأَوْسَطَ ثُمَّ أُتِيتُ فَقِيلَ لِى إِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَعْتَكِفَ فَلْيَعْتَكِفْ » فَاعْتَكَفَ النَّاسُ مَعَهُ
.
.
“Aku pernah melakukan i’tikaf pada sepuluh hari Ramadhan yang pertama. Aku berkeinginan mencari malam lailatul qadar pada malam tersebut. Kemudian aku beri’tikaf di pertengahan bulan, aku datang dan ada yang mengatakan padaku bahwa lailatul qadar itu di sepuluh hari yang terakhir. Siapa saja yang ingin beri’tikaf di antara kalian, maka beri’tikaflah.” Lalu di antara para sahabat ada yang beri’tikaf bersama beliau. (HR. Bukhari no. 2018 dan Muslim no. 1167). Jadi, beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam– melakukan i’tikaf supaya mudah mendapatkan malam lailatul qadar.

Menjelang akhir Ramadhan keberkahan melimpah di muka bumi, terlebih saat memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan pula, Alquran diturunkan di muka bumi.

Untuk mencari keberkahan pada malam lailatul qadar, banyak hal yang dapat dilakukan, di antaranya adalah beri’tikaf. I’tikaf berasal dari kata ‘akafa-ya’kufu-ukufan yang berarti berdiam diri atau tetap atas sesuatu. Sedangkan pengertian i’tikaf sendiri berarti berdiam diri di masjid sembari memperbanyak ibadah seperti shalat, dzikir, membaca Al Quran atau memperbanyak segala kegiatan yang hanya mengingat kepada Allah.

Menurut Khalid Abdul Kareem, I’tikaf dapat membuahkan banyak manfaat, di antaranya adalah memberikan perbaikan hati dan menumbuhkan sifat ikhlas dan penyucian jiwa. Berasal dari perbaikan hati, akan menimbulkan perbuatan yang baik pula.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam fisik manusia terdapat sekerat daging, jika baik (keratan itu) maka baiklah fisik secara keseluruhannya, dan jika buruk (keratan itu) maka buruklah semuanya. Ketahuilah bahwa sekerat daging tersebut adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim).

Mereka yang beriktikaf di akhir Ramadhan adalah orang-orang yang mencari lailatul qadar dan jika pencarian itu lengkap sepuluh hari terakhir, maka  Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa-dosanya.

Tak hanya itu, orang-orang yang beri’tikaf adalah pribadi-pribadi yang menghidupkan sunnah Rasul SAW dan barang siapa menghidupkan sunnahnya, maka mereka menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul-Nya dengan balasan ampunan dan surga.

Ramadhan tahun ini Dompet Dhuafa Jawa Tengah kembali menggelar acara I’tikaf bersama yang dilakukan di Masjid Al Fitrah Abdurahman Saleh Semarang.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan i’tikaf sebagaimana anjuran Rasul di 10 malam terahir bulan ramadhan.

Acara i’tikaf dilakukan dengan berbagai kegiatan salah satunya adalah ceramah, yang diisi oleh Ustadz Usman Mahrus, tadarus dan sholat malam.

acara yang diikuti oleh 40 jamaah tersebut berahir dengan sahur bersama hingga sholat subuh berjamaah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *