2 Putra Berprestasi Jawa Tengah Lolos Smart Ekselensia Dompet Dhuafa

jxbck

Semarang, Rabu (24/5) Sofwa Hilal Siraj dan Muhammad Fadly adalah 2 delegasi Jawa Tengah. Didampingi orangtuanya datang ke kantor Dompet Dhuafa Jawa Tengah di Jl. Pamularsih No. 18C Semarang untuk menandatangani MOU beasiswa Smart Ekselensia.

Raut wajah bahagia terpancar dari orang tua 2 anak berprestasi Jawa Tengah tersebut. Sofwa Hilal Siraj, adalah anak satu satunya. Maka rasa syukur tengah menyelimuti hati ibu Sofwa.

ya.. Sofwa adalah bocah lelaki yang besar tanpa seorang ayah. Ibu Sofwa adalah seorang mantan TKW yang sempat menikah dengan pria India. Namun Qodarullah ketika ibu Sofwa kembali ke tanah air, melahirkan sofwa, Ayah Sofwa menghilang tanpa kabar hingga saat ini.

“Sofwa anak yang hebat, ia tidak pernah rewel atas keadaaanya ini. Meski sesekali ia bertanya dimana dan siapa ayahnya, tapi itu tak berlangsung lama ketika saya telah memberikan pengertian” ujar Ibu Sofwa kepada tim DD Jaetng saat home visit kala itu.

Kini Sofwa dan Ibunya tinggal bersama saudaranya, “untuk tempat tinggal Alhamdulillah kami diberi satu ruang di sebuah rumah untuk kami tinggal. baik itu tidur, masak, mandi dan menerima tamu, kami hanya memiliki satu ruang itu. itupun atas bantuan saudara saya” jelas Ibu Sofwan yang sedang memberi gambaran kehidupanya.

Awalnya ibu Sofwa sempat bingung tentang bagaimana pendidikan selanjutnya untuk sofwa, karena keseharian ibu Sofwa hanya berkeja sebagai serabutan yang tidak tentu penghasilanya. Ia sangat menyayangkan apabila prestasi Sofwa yang sangat baik sementara ini terputus karena kondisi ekonomi keluarga Sofwa.

Ibu Sofwa merasa senang dan sangat bersyukur atas lolosnya Sofwa untuk melanjutkan studinya di Smart Ekselensia. Harapanya, Sofwa dapat menjadi anak yang Sholih seimbang pengetahuan umum dan agamanya.

Satu lagi putra berprestasi Jawa Tengah adalah Muhammad Fadly. bersama dengan Sofwa ia akan diberangkatkan ke asrama SMART Bogor pada 12 Juli mendatang.

Fadly adalah putra asal pekalongan Jawa Tengah, ayah dan ibu Fadli merasa senang atas lolosnya Fadly ke sekolah asrama Smart Ekselensia Dompet Dhuafa. Awalnya tidak jauh beda dengah orangtua Sofwa, orang tua Fadly juga sempat bingung untuk jenjang pendidikan Fadly selanjutnya. Mengingat orang tua Fadly baru saja terkena PHK dan tanpa uang pesangon, sedang keluarganya kini masih terlilit hutang di sebuah bank.

“saya senang sekaligus sedih. Senangnya karena anak saya bisa mendapatkan beasiswa SMART, dan sedihnya karena tidak dapat bertemu denngan anaj saya dalam waktu lama” ungkap ibu Fadly.

harapan orang tua fadly unutk sang anak salah satunya adalah agar menjadi penerus bangsa dengan akhlak yang sholih.

“semoga Fadly menjadi anak yang sholih danĀ  juga beasiswa ini menjadi investasi masa depan dan di akhirat juga” tambahnya dengan gurat kebahagiaan yang nampak jelas.

PS: Sofwa 2 dari kanan, dan ibunya yang memakai hijab dan Niqab hitam. Fadly memakai kaos merah dan 2 orang tuanya di samping kiri nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *