Air Bersih Untuk Kekeringan Jawa Tengah

Air Untuk Kehidupan Jawa Tengah

Kita semua pasti merasakan bahwa musim kemarau tahun ini terasa lebih lama dari tahun sebelumnya. Data BMKG menunjukkan, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Lama hari tanpa hujan ini dikategorikan ekstrem. Kondisi ini di prediksi akan berlangsung hingga bulan September 2019. Sejak bulan Juli Dompet Dhuafa Jateng sudah merespon beberapa wilayah terdampak kekeringan seperti Sragen, Wonogiri, Kabupaten Banyumas, Klaten dan Wonogiri.

Di beberapa daerah pendistribusian air bersih, terlihat antrian panjang hinggan berebut air dengan warga lainnya. Seperti kasus di Dusun Wanarata, Desa Kalitapen, Kec. Purwojati, Kab. Banyumas, warga harus menunggu 5-9 hari untuk mendapatkan bantuan air bersih. Setelah menunggu lamapun mereka hanya dijatah 4 ember per Kepala Keluarga setiap kali ada bantuan air bersih.

Di lokasi lain, yaitu Dukuh Klokah, Kelurahan Klokah, Kec. Kunduran, Blora, kabupaten yang sudah  di perkirakan rawan kekeringan di Jateng. Bahkan setidaknya ada 145 desa di Blora yang rawan kekeringan. Sejak Bulan Juni, beberapa titik desa di Blora telah mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kurang lebih 6 tanki dengan total penyaluran sekitar 3.600 liter air bersih disalurkan di Kel. Klokah oleh DD Jateng. Desa tersebut termasuk yang terparah mengalami kekeringan.

Bahkan menurut penuturan salah seorang warga, sedari pagi dini hari jam 3 pagi mereka sudah “ngangsu” ke sumber air yang jaraknya cukul jauh. Sumber airnya pun tidak begitu bersih. Tak jauh dari lokasi, DD Jateng juga menyalurkan air bersih di Ponpes Darul Muna yang dihuni sekitar 300 santriwati. Dimana mereka biasanya sangat kesulitan mendapatkan air. Bahkan harus melewati sawah yang sudah kering dan keras tanahnya. “Alhamdulillah turun kanugrahan” ucap salah seorang warga penuh kegembiraan ketika supplai air dari DD Jateng tiba di lokasi.

Setidaknya ada 100 KK dan 300 santri mendapatkan manfaat bantuan air bersih dari DD Jateng. “Masyarakat sangat bersyukur dengan bantuan air dari Dompet Dhuafa” tukas Jayadi, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyebut sebanyak 1.319 desa di 27 kabupaten/kota atau sekitar 10 persen dari jumlah desa yang ada di Jawa Tengah terdampak kekeringan. Dompet Dhuafa Jateng telah merespon beberapa wilayah yang mengalami kekeringan di Banyumas. Total sudah 12.000 liter yang telah disalurkan. Masih banyak wilayah lain yang membutuhkan bantuan air bersih di kemarau Panjang tahun ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *