Bahasa Isyarat untuk Semua

Bahasa Isyarat untuk Semua

Purwokerto-Hari Internasional Bahasa Isyarat atau _International Day of Sign Languages/IDSL) diperingati setiap tanggal 23 September. Majelis Umum PBB mendeklarasikan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat dalam perwujudan penuh hak asasi manusia dari orang-orang yang tuli.

IDSL berlangsung bersamaan dengan Pekan Bahasa Isyarat ( Week of Sign Languages) yang berlangsung dari tanggal 23-29 September. Tahun ini Peduli Tunarungu Indonesia Dompet Dhuafa dan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) Kab. Banyumas mengadakan campaign bersama untuk memberikan edukasi penggunaan bahasa isyarat Indonesia (bisindo) yang biasa digunakan oleh sahabat tuli dan tunarungu dalam berkomunikasi.

Mengambil tema yang digunakan diseluruh dunia yaitu Bahasa Isyarat Untuk Semua, menegaskan bahwa bahasa isyarat memiliki status yang sama dengan bahasa yang diucapkan oleh manusia normal lainnya. Dan mendorong negara untuk memfasilitasi pembelajaran bahasa isyarat ini sebagai bagian dari kekhasan komunitas tuli diseluruh dunia.

Puncak campaign International Day of Sign Languages akan dilaksanakan di Alun-Alun Purwokerto pada Ahad (29/09). Pawai dan beberpa stand belajar bahasa isyarat akan disiapkan oleh komunitas tuli dari beberap kabupaten, diantaranya Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara.

Program Peduli Tunarungu Indonesia Dompet Dhuafa yang digagas di kota Purwokerto sejak tahun 2016 sejauh ini berhasil menghidupkan kembali nyala harapan para penyandang disabilitas tunarungu, dan tuli di Barlingmascakeb (Kab. Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Banjarnegara, Kab. Cilacap dan Kab. Kebeumen). Beberapa program bergulir baik untuk orang tua para penyadang disabilitas tunarungu melalui berbagai ajang kegiatan bersama untuk menguatkan dan meningkatkan pengetahuan orangtua, serta bantuan alat bantu dengar (ABD) bagi anak-anak tunarungu usia dini dan sekolah.

Pada peringatan IDSL 2019 ini, Dompet Dhuafa Purwokerto mengajak Gekatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) kab. Banyumas bersama dalam kolaborasi untuk event dan campaign. Kerjasama ini harapannya tidak selesai sekadar seremonial belaka. Namun jangka panjang bagaimana mengawal pemenuhan hak-hak penyadang disabilitas tunarungu.

Ir. Achmad Husein (Bupati Banyimas) juga ikut serta menyapa sahabat tuli Banyumas Raya di Alun-Alun Purwokerto dalam event ini. Uniknya teman-teman tuli kesusahan menerjemahkan kata-kata pak Bupati dan menangkap instruksi Tim Dompet Dhuafa, karena Sahabat Tuli ini sangat-sangat terbatas pedengarannya, akhirnya pak Bupati bilang “ya sudah dadah-dadah saja”.

Nah begitulah sahabat semua, bagaimana pentingnya bahasa isyarat Indonesia untuk teman-teman Tuli ini perlu disosialisasikan, diterima, dan diperjuangkan untuk setara dengan bahasa sahabat – sahabat yang normal lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *