Bersama #MelawanAsap


Kabut Asap Indonesia

Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kota di Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan menjadi penyebabnya. Bahkan berdasarkan data situs penyedia peta polusi AirVisual, hingga pukul 13.00 WIB, kualitas udara di salah satu kota terdampak kabut asap, Pekanbaru, Riau tercatat sangat tidak sehat dan berbahaya, dengan Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 264. Padahal kualitas udara di Jakarta yang tercatat 163 sudah termasuk tidak sehat.

Sebagai lembaga kemanusiaan dunia, Dompet Dhuafa di Riau melakukan Program Tebar Masker sejumlah 550 unit masker di beberapa titik keramaian. Selain itu, Dompet Dhuafa membuka pos layanan sehat kabut asap dan Safe House (terbuka untuk umum termasuk untuk anak-anak yang membutuhkan asupan oksigen segar) di Graha Zakat Dompet Dhuafa Riau di Jl. Arifin Ahmad Komp. Perkantoran Soekarno Hatta Blok D-10, Pekanbaru, Riau. Pos layanan sehat gratis juga dibuka RS Lancang Kuning di Pekanbaru, Riau.

Tidak hanya di Riau, kebakaran hutan juga terjadi di pulau Kalimantan. Bagi para pegiat kemanusiaan serta para aparat, memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, tentu bukanlah hal mudah. Jiwa adalah taruhannya. Ini yang dirasakan tim Disaster Management Center Dompet Dhuafa yang ikut membantu memadamkan kebakaran lahan di tanah gambut wilayah Kalampangan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Meski sejumlah api telah padam, bara yang belum padam akan bisa kembali membakar ranting dan kayu dan memicu kembali kebakaran. Butuh waktu beberapa jam untuk memadamkan satu titik api. Sementara data BNPB pada 17 September 2019 menyebut di Kalimantan sendiri terdapat 995 titik panas. Ini belum termasuk titik panas yang terdapat di Sumatera, juga pulau Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *