Bingkisan Ramadhan untuk Mereka di Gang-Gang Sempit

fbaa02af-31df-4775-89e4-b396a756c0c3
Purwokerto-Rina (40) dan Armiah (70) tinggal satu rumah, kedua janda anak beranak ini telah lama kesulitan akibat sekolah-sekolah tempat biasanya mereka berjualan libur karena wabah corona. Tidak hanya Rina, sebanyak 24 keluarga di Dusun Watumas, Kel. Purwanegara, Kab. Banyumas sama sulitnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk konsumsi. Para relawan berjalan menyusuri gang demi gang sempit dibelakang pasar.

 

Selain Rina dan Armiah,  pasangan pasutri ini, Sardan (69) dan Tarwi (65) hanya bisa berbaring dilantai dengan alas Kasur tipis tanpa alas. Keduanya terlibat kecelakaan ketika berbocengan sepeda motor. Sang suami menderita patah lutut lalu, sementara sang istri tarwi menderita patah pada tulang pinggul. Selama berbulan-bulan, keduanya hanya bisa berbaring dialas kasur tipis masing-masing.

6f3208f4-0f79-44ce-a3c8-da454c4b70a1

Bengkak, bernanah, Sardan sering meringis menahan sakit dibeberapa bagian tubuhnya. Lima bulan BPJS Kesehatan belum terbayar, karena sulitnya hidup mereka, sehingga jadwal kontrol ke RS juga terhenti.  Anaknya yang bergantian menjaga sama sulit kondisinya ditengah kondisi seperti ini. Ketika tim Dompet Dhuafa menyambangi kediamannya, reflek tangisan mereka pecah ketika salah satu tim yang kebetulan profesi perawat mulai mengecek kondisi mereka berdua. Apalagi dengan mambawa paket sembako untuk keluarga ini.

 

Selain kesulitan memenuhi kebutuhan harian Sarda juga ingin dapat berobat kembali “kulo pengin berobat malih (saya ingin berobat lagi)” ungkap Sardan dengan lirih. Sardan dan Tarwi hanya sepenggal kisah keluarga yang mengandalkan hidupnya dari bantuan orang lain. Sementara dalam kondisi saat ini, orang-orang yang biasa membantu mereka juga sama sulit keadaannya.

 

Dompet Dhuafa melalui programnya Bank Pangan dan Bingkisan Ramadhan telah menyalurkan  sebanyak 332 paket kepada keluarga dhuafa yang belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun.  Arief Raunaq Al Marduf, Penanggung Jawab Kepesertaan LKC Dompet Dhuafa menjelaskan, selama pandemi ini timnya melakukan blusukan dengan bekal jaringan dai perkampungan, relawan, kader kesehatan diwilayah-wilayah marginal. Hasilnya, saat ini ratusan KK data  calon penerima manfaat telah dikantongi by name by address, ungkapnya.

 

Sejumlah program dan layanan diinisiasi Tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jateng di area Barlingmascakeb (Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, kebumen). Saat ini dukungan komunitas yang bergabung dalam program Cegah Tanggal meliputi 40 komunitas relawan sipil. Sejumlah layanan telah dilakukan, Posko  Medis Mobile, Posko Screening Relawan, pelibatan 212 orang relawan selama pandemi, sterilisasi di 103 fasilitas umum, bantuan pangan meliputi 37 RT dan 12 RW,  170 paket bantuan suplemen, 2.736 bantuan masker medis dan kain, 200 paket hygieni kit, sterilisasi ambulan, dan bantuan 1 unit desinfektan chamber ke salah satu RS di Kab. Banyumas.

 

Banyak hal baik harus dikolaborasikan agar lebih luas manfaatnya kepada mereka yang mebutuhkan. Dompet Dhuafa mengundang Anda semua untuk melengkapi kebaikan ini dengan donasi maupun kerjasama lainnya melalui 08112890287.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *