Dompet Dhuafa Bantu Warga Asmat

dompet dhuafa bantu warga Asmat

Mengemban amanah dalam sebuah misi kesehatan, jarak yang jauh tak menjadi penghalang untuk menjalankan tugas menuju Asmat. Dokter Safitri Rahmadani berangkat menuju Asmat untuk membantu warganya agar terhindar dan mengobati penyakit yang tengah mewabah disana.

Bukan perjalanan yang singkat untuk bisa menuju Asmat. Menhabiskan waktu hingga 7 jam menyusuri sungai menggunakan speedboatuntuk bisa sampai di distrik yang terjauh. Menjadi tantangan tersendiri untuk menyalurkan bahan makanan dan logistik lainnya ke distrik-distrik yang ada di Kabupaten Asmat dengan medan yang sulit.

Hal lain bagi dokter yang bertugas menjadi sebuah tantangan mereka dari tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya vaksin masih minim. Termasuk juga bagaimana pola hidup sehat belum menjadi kebiasaan tersendiri. Belum lagi masyarakat di Asmat terkadang sulit dicari karena mereka sering masuk ke hutan dan tidak diketahui akan kembali kapan. Banyak anak anak yang akhirnya melewatkan vaksin dan imunisasi.

Mengenai permasalahan penyakit ini ada beberapa poin penting dari hasil diskusi dengan Prof. Dr. dr. Halim Mubin, Sp.PD. Di Papua, puluhan anak-anak meregang nyawa karena campak. Sebetulnya penyakit campak adalah penyakit umum pada anak-anak dan jarang menyebabkan kematian. Dan umumnya bila anak sudah kena sekali, tidak akan terulang lagi karena telah memiliki kekebalan seumur hidup. Bila penyakit campak menyebabkan tingginya kasus kematian, dapat dipastikan bahwa di daerah tersebut ada penyakit kronis seperti TBC atau gizi buruk. Karena faktornya gizi buruk, maka dapat dicurigai bahkan dipastikan penanganan gizi buruk tidak mendapat perhatian serius sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *