Ibu dan Anak Derita Kanker Otak

Ibu dan Anak Kanker Otak

Fina Uswatun Hasanah (13) anak dari pasangan bpk Darsito (49) dan ibu Kasini (46). Ini merupakan kali kedua fina datang setelah kedatangannya yang pertama setahun yang lalu.

Jauh-jauh datang dari tempat asalnya di desa Sirau , kecamatan Karangmoncol , Purbalingga Fina yang ditemani kedua orang tuanya akan tinggal sejenak di rumah singgah LKC Purwokerto. Fina di diagnosa tumor otak dan harus menjalani sinar / kemoterapi selama 30 hari di Rs Margono Soekarjo Purwokerto. Namun ada yang berbeda pada kedatangannya kali ini, ibu Fina ternyata juga diagnose dokter menderita kanker otak.

Untuk lebih mudah dan dekat dengan rumah sakit , orang tua Fina memilih untuk singgah di Rumah Singgah LKC Dompet Dhuafa Purwokerto yang kondisinya masih sederhana. Selain karena jarak ke Rs Margono dekat juga karena di Rumah Singgah, LKC DD juga memiliki “Si Bulan” Ambulance yang selalu siap mengantar jemput dan ada petugas medis yang selalu mendampingi.

Program Rumah Singgah (Shelter) Pasien sendiri dibangun karena bentuk kepedulian Dompet Dhuafa terhadap para pasien rumah sakit yang tidak memiliki tempat singgah dan tentunya mereka juga tidak mampu untuk menyewa rumah/kamar dilingkungan RS Margono Purwokerto. Padahal para pasien ini harus menjalani serangkaian pengobatan jangka panjang. Adanya program ini, pasien dan keluarganya mendapatkan hunian yang layak.

Rumah Singgah (shelter pasien) Dompet Dhuafa Purwokerto, berada di jalan Yayasan No. 1 Berkoh. Berdiri diatas tanah dan gedung wakaf seluas 698M². Gedung dua lantai ini didedikasikan untuk klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Rumah Singgah sekaligus oprasional tim dan relawan. Pada tahap pertama kemarin, sebagian gedung sudah direvovasi untuk meningkatkan kenyamanan para penerima manfaat, baik pasien klinik LKC, maupun penghuni rumah singgah. Namun karena keterbatasan anggaran, belum semua bangunan tersentuh perbaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *