JENIA, BAYI YANG HIDUP DI TENGAH PERSAWAHAN

Jenia, Bayi yang Hidup di Tengah Persawahan

Bayi mungil yang lahir di Banyumas, 22 Januari 2019 ini bernama Jenia Putri Permata Sari. Putra dari pasangan Helly dan Lilis, keluarga dengan status ekonomi menengah kebawah. Keluarga Jenia tercatat sebagai warga Kranji Rt. 02 Rw. 01 Kec. Purwokerto Timur Kab. Banyumas , namun saat ini keluarga Jenia tinggal di sebuah rumah berdinding bekas – bekas banner di tengah perawahan milik warga yang ada dibelakang Desa Kranji.

Pak Helly saat ini berprofesi sebagai Pemulung, sedangkan Ibu Lilis hanya dirumah untuk mengurus anak – anaknya. Jenia mempunyai seorang kakak perempuan yang duduk di Bangku Sekolah Menengah Atas bernama Ika Putri Puspita Sari. Pak Helly biasanya mengumpulkan sampah yang bisa dijual selama satu pekan dan mendapat uang sekitar Rp. 50.000,-, tentunya uang tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari – hari dan membayar uang sekolah Ika apalagi untuk memenuhi kebutuhan Gizi Jenia.

Untuk bertahan hidup, keluarga pak Helly mencari hutang ke warga sekitar atau mengharap adanya pemberian makanan gratis setiap hari Jum’at. Untuk kebutuhan sekolah anak pertamanya, biasanya anaknya mengajukan proposal bantuan ke lembaga sosial dan dananya hanya cukup untuk pembayaran SPP, sedangkan sampai saat ini Ijazah SMP anak Pertamanya masih ditahan disekolahnya karena masih ada tunggakan pembayaran yang belum bisa diselesaikan.

Selasa (27/8) jenia baru saja pulang kerumah setelah 3 hari dirawat disalah satu Rumah sakit di Purwokerto karena sakit Demam dan Diare. Lingkungan rumah yang kumuh dan pemenuhan Gizi yang kurang memadai tentunya membuat Jenia yang masih bayi ini rentan terkena sakit, karena imunitas pada bayi masih rendah. Mengetahui kondisi Jenia yg blm sembuh total terlebih Jenia trmasuk Bayi dgn Gizi kurang, bhkan dr grafik timbangan Berat badanny cenderung menurun, LKC Jateng memenuhi gizi bayi kecil Jenia melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan paket Hygiene kit (4/9)

Bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, Keluarga pak Helly selain memikirkan kondisi Jenia yang belum sembuh total dari sakitnya, kini juga harus memikirkan bahwa rumahnya dikabarkan mau digusur karena lahan persawahan yang sekarang ditempati akan digunakan oleh pemiliknya.
Mengetahui kondisi Jenia yang belum sembuh total terlebih Jenia termasuk Bayi dengan Gizi kurang, bahkan dari grafik timbangan Berat badannya cenderung menurun, LKC Jateng memenuhi gizi bayi kecil Jenia melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan paket Hygiene kit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *