Kartini Masa Kini

kartini masa kini

Menjelang dzuhur ia sudah bersiap-siap merapikan dagangan dan gerobaknya. Ialah Kartini, ya namanya seakan mengingatkan akan sosok pahlawan nasional perempuan yang populer di negeri ini. Ditengah kesibukan mengurus anak-anaknya yang masih kecil, Kartini tak ingin cuma berpangku tangan mengandalkan suaminya yang hanya pekerja swasta dengan gaji tak seberapa. Aktifitas kesehariannya setelah mengantar anaknya ke sekolah, Ibu dua anak ini juga berjualan tahu mentah di pasar.

Hasil jualan tahu yang tak seberapa, membuat Kartini ingin mencoba olahan tahu dalam bentuk matang. Dayung bersambut, melalui program ekonomi – Kelompok Usaha Inspiratif (KUI), Kartini mendapat gerobak dan modal awal untuk berjualan tahu krispy. Sekitar tiga bulan lalu, dari awalnya yang hanya mampu menjual 25 tahu per hari, sekarang tahu krispinya bisa laku hingga 80 – 100 tahu per hari.

“Alhamdulillah, mas” ucapnya penuh senyum saat ditanya tentang perkembangan usahanya.

“Sekarang bisa bantu-bantu tambahan keluarga mas, selain buat jajan anak juga” imbuhnya. Suaminya selain bekerja sebagai pekerja swasta, juga sebagai pengojek online. Meski demikian Kartini selalu bersyukur dan tak pernah merasa iri dengan tetangganya.

Bahkan sejak berjualan tahu krispy, ia mengaku bisa beli kulkas meski dengan kondisi bekas. “Kulkas soalnya penting mas, untuk nyimpen tahu mentahnya jika ndak habis” jelasnya.

“Terimaksih atas bantuan gerobak dan modalnya mas, alhamdulillah” ungkapnya disertai dengan tawa kecil kepada tim Dompet Dhuafa Jateng.

Ahh tak salah namanya Kartini, memang ia adalah seorang pejuang

-Aditya Budi Santoso (Pendamping Program Ekonomi)-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *