Kembali Banjir, Dompet Dhuafa Jateng Lakukan Aksi Layanan Sehat di Pekalongan

WhatsApp Image 2020-02-25 at 09.15.47 (2)

PEKALONGAN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jateng menurunkan sejumlah tim medis di sejumlah titik pengungsian banjir Kab. Pekalongan pada Senin (24/2). Dari hasil pemeriksaan, warga sudah mulai mengalami gatal-gatal pada area kaki, pusing serta demam. Sebanyak 70 warga RT 04 RW 02, Desa Tegaldowo, Kec.Tirto, Kab. Pekalongan mendatangi pos kesehatan untuk memeriksakan diri. Sedangkan titik kedua di Aula Kel. Tirto, Kec. Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sebanyak 95 warga mendatangi pos kesehatan dengan berbagi keluhan.

WhatsApp Image 2020-02-25 at 09.15.47

Banjir yang melanda Kab Pekalongan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan ribuan warga mengungsi di beberapa titik. Guyuran hujan sejak Kamis (20/02) memaksa warga mengungsi ke daerah yang aman dari banjir. Dua hari setelahnya, Sabtu (22/02) warga sempat kembali ke rumah masing-masing.

Namun hujan deras kembali mengguyur beberapa Desa di Kecamatan Tirto, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah sejak Ahad malam (23/02). Hal ini menyebabkan beberapa genangan air di daerah ini kembali tinggi. Dampaknya, warga kembali ke pengungsian.

WhatsApp Image 2020-02-25 at 09.15.47 (4)

Di Kota Pekalongan terdapat tiga Posko Induk yaitu di Aula Kel. Tirto, Aula Kec. Tirto, serta Masjid Al Karomah dengan pengungsi kurang lebih 1000 Jiwa. Jumlah ini belum termasuk beberapa tempat yang dijadikan tempat pengungsi oleh Warga.

Tim Kesehatan LKC Dompet Dhuafa Jateng akan terus melanjutkan aksinya bersama dengan PBMTI Pakalongan Raya. Mengingat hingga kini masih banyak wilayah terrendam banjir. Koordinator LKC, Aan Julianto S.Kep.,Ns, mengungkapkan jika kendala hari ini adalah tim medis kesulitan menembus daerah yang tinggi airnya. “Insya Allah selajutnya kami akan membawa perahu karet agar bisa menembus wilayah yang sulit, karena ada warga yang bertahan di rumah”.

Berdasarkan penuturan tim BPBD Kota Pekalongan, Nasihin, beberapa titik masih tergenang air yang cukup tinggi bahkan mencapai 1 meter. “Di kota Pekalongan pengungsi terbanyak berada di Aula kecamatan yaitu sebanyak kurang lebih 200 Pengungsi” ungkap Nasihin.

WhatsApp Image 2020-02-25 at 09.15.47 (3)

Saat ini kebutuhan obat-obatan selain salep juga obat nyeri serta minyak angin agar tubuh tetap hangat. Selain obat-obatan, selimut, diapers balita dan lansia serta pembalut wanita adalah kebutuhan darurat yang diperlukan segera oleh warga terdampak. Sementara dapur umum difungsikan dengan swadaya masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *