KIPRAH INTERNASIONAL DOMPET DHUAFA – #SaveRohingya

Kiprah Internasional Dompet Dhuafa untuk Rohingya

1. Program Indonesia Aid for Rohingya
7 September 2012 – Tim Indonesia Aid berhasil masuk ke Sittwe, ibu kota Rakhine, Myanmar untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia bagi pengungsi Muslim Rohingya. Sebelumnya pada Mei 2012 terjadi kekerasan etnis yang menimpa masyarakat Rakhine yang mayoritas adalah Muslim Rohingya. Tim dari Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan di 4 titik. Dua titik di kamp pengungsi Bengali dan Migan, dan dua titik lainnya di desa Thay Shaung dan desa Thandole.

Migan Kamp dihuni 307 pengungsi, sedangkan Bengali Kamp yang berisi etnis Rohingya dihuni sekitar 2 ribu pengungsi. DD memberikan bantuan berupa bahan makanan dan perlengkapan lainnya dengan membeli langsung di pasar tradisional di Sittwe. Jumlah bantuan langsung yang didistribusikan adalah 1000 karung beras, 400 liter minyak goreng, 352 selimut, 200 karung kentang, 400 paket ikan kering, 1000 kardus mie instan, bawang putih dan perlengkapan lainnya seperti sabun dan perangkat mandi. (Sumber: Annual Report 2012).

2. Distribusi bantuan untuk Pengungsi Rohingya
Juli, 2015 – Nasib ratusan pengungis Rohingya yang terdampat di Pantai Langsa, bagian timur Provinsi Aceh, masih memperhatinkan. Informasi yang diterima dari tim respon Dompet Dhuafa Waspada Sumut, sebanyak 790 orang, terdiri dari 420 warga Bangladesh dan 370 warga Myanmar di antaranya 240 laki-laki, 70 perempuan, dan 63 anak-anak, kini berada di Posko Pengungsian, Kampung Kwala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Berikut adalah beberapa program yang Dompet Dhuafa luncurkan untuk pengungis Rohingya.

a. Program Distribusi Bantuan untuk Rohingya
Dompet Dhuafa memberikan bantuan berupa pakaian, peralatan alat kebersihan, alat belajar, alat perlengkapan salat dan mengaji, dan mainan edukatif anak-anak

b. School For Refugees
School for Refugees merupakan komitmen Disater Management Center (DMC) Dompet Dhuafa untuk membantu mengasah keterampilan para pengungsi Rohingya. Dompet Dhuafa membuat program ini untuk diterapkan di dua titik pengungsian yaitu Bayeun dan Langsa. Pada kedua titik pengungsian tersebut, pengungsi sama-sama diajarkan Bahasa Inggris. Namun, ada perbedaan program di antara kedua titik pengungsian tersebut. Pelajaran Bahasa Inggris disesuaikan dengan usia pengungsi. Di wilayah Bayeun banyak perempuan remaja dan ibu-ibu, program school for refugeesfokus pada keterampilan potong rambut, pemanfaatan botol bekas, tata rias, dan tutorial hijab. Sedangkan di Langsa banyak pengungsi anak-anak usia tujuh hingga dua belas tahun sehingga program berfokus pada matematika. Gerakan fisik juga dilakukan agar anak-anak tidak bosan

c. Sekolah Ceria
Dompet Dhuafa memfasilitasi sarana pendidikan bagi anak-anak pengungsi Rohingya melalui sekolah ceria, berupa trauma healing. Lewat sarana pendidikan pula, Dompet Dhuafa memfasilitasi untuk mengenal lingkup Negara Indonesia, seperti pembelajaran bahasa Indonesia.
d. Kurban untuk pengunsi Rohingya di Aceh
Pada Hari raya Idul Adha 1436 H, Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa kirimkan 2 ekor lembu untuk pengungsi Rohingya di langsa.
3. Tebar Hewan Kurban for Rohingya

September 2017 – Konflik kemanusiaan kembali pecah di wilayah Bathidaung, Rakhine State, Myanmar pada 26 Agustus 2017. Bathiung merupakan salah satu daerah yang dihuni oleh minoritas muslim Rohingya. Hampir 400 orang tewas selama sepekan menjadikan kekerasan paling mematikan beberapa dasawarsa belakangan. Lebih dari 2600 rumah telah dibakar. 73000 muslim Rohingya mengungsi melewati perbatasan Myanmar-Bangladesh sejah 25 Agustus lalu.

Dompet Dhuafa menjalankan misi kemanusiaan menyalurkan amanah donatur sebanyak 20 ekor sapi kurban Indonesia, yang dimandatkan lewat Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa. Adanya kurban kali ini, tentu menjadi pelipur lara dan perekah bahagia bagi etnis Rohingya di Sittwe dan sekitarnya.

4. Southeast Asia Humanitarian Committee (SEAHUM)
18-19 Mei 2016 – erkait kondisi etnis Rohingya saat ini pasca operasi Militer, Dompet Dhuafa merespon melalui jalur Southeast Asia Humanitarian Committee (SEAHUM). SEAHUM merupakan jaringan organisasi-organisasi kemanusiaan di Asia Tenggara yang kini dipimpin oleh drg.Imam Rulyawan yang juga merupakan Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi. Berikut adalah beberapa poin pernyataan sikap terhadap operasi militer pemerintah Myanmar:

1. SEAHUM prihatin terhadap aksi pembunuhan sebanyak 40 orang yang ada di Myanmar,
2. Mendesak pemerintah Myanmar untuk membuka akses bantuan kemanusiaan dan tim/pekerja kemanusiaan agar dapat masuk ke Myamar,
3. Mendorong ASEAN untuk proaktif dan inisiatif menciptakan kondisi aman dan memberikan perlindungan terhadap semua etnis. Hal ini penting guna mejaga stabilitas ASEAN,
4. Mendesak PBB untuk aktif dalam penyelesaian konflik
5. Mengajak lembaga internasional untuk peduli terhadap isu ini,
6. Mendesak pembentukan tim independen pencari fakta.

Dompet Dhuafa terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bersimpati dan membantu ringankan beban saudara kita di Myanmar melalui :

BCA 009.535.947.2
BNI Syraiah 33.11.55.77.29
Mandiri 135.000.999.6875

a.n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Informasi dan Konfirmasi:
(024) 7623884 / 08157798783

#SaveRohingya #PrayForRohingya #Humanity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *