KURSI RODA UNTUK DIMAS

Kursi Roda Untuk Dimas

Walaupun tanpa kata-kata, kebahagiaan terlihat dari wajah Dimas Ahmad Alfirdaus (8) saat tim Dompet Dhuafa Jateng datang membawa kursi roda untuknya. Kursi roda ini sekaligus jadi kado lebaran dimas yang ditunggu-tunggu. (18/6)

Menurut cerita sang ibu Komsih Jumiati (36), saat dalam kandungan kondisi dimas normal dan gizinya terpenuhi. Namun takdir berkata lain, saat kelahirannya kaki dimas mengalami kelainan. Menginjak usia kanak-kanak sang ibu juga menjumpai kondisi jantung anaknya yang bocor serta keadaan sang anak yang kurang bisa mendengar dan susah diajak berkomunikasi.

“Setiap diajak berbicara mata Dimas seperti tidak fokus. Kadang kalau di suruh-suruh Dimas juga mau, namun memang agak susah berkomunikasi dengan anak ini” jelas sang ibu.

Awalnya Ibu Dimas kebingungan saat mengetahui kondisi jantung Bocor Dimas. Operasi Jantung bocor sendiri menghabiskan sekitar 200 jutaan. Bukan hal yang mudah mendapatkan uang sebanyak itu, terlebih ayah Dimas yang dulu hanya seorang buruh harian lepas. Beruntung ditahun 2013 dengan BPJS, Dimas bisa menjalankan operasi jantung bocornya.

Kini meski jantung bocornya sudah di operasi dan kaki Dimas juga sempat di operasi, namun kondisi Dimas tak seperti anak-anak lainnya. Dia tak bisa berlarian bermain, Dimas hanya bisa merangkak. Dirumah kadang Dimas menghabiskan waktunya dengan menonton Youtube lewat Hp ibunya.

“Dimas ini senang sekali dengan motor, kalau pinjam Hp saya selalu buka youtube dan nonton motor-motoran”, tambah ibunya yang bercerita banyak tentang anak pertamanya.

Komsih Jumiati merupakan sosok ibu yang kuat, dia tak pernah mengeluh mengurus Dimas dengan segala kekurangannya. Bahkan Komsih Jumiati juga salah satu penggerak komunitas Difabel di Meteseh, Semarang. Menurutnya di daerahnya ada sekitar 50 anak difabel dan yang membutuhkan kursi roda ada 3, salah satunya adalah Dimas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *