MAJELIS ILMU DI DUSUN KALIALANG BARU

kajian-ddjateng

SEMARANG – Ahad (12/3) berlokasi di Dusun Kalialang baru, diadakan kembali pengajian akbar yang diikuti 300 peserta yang mayoritas warga Kalialang Baru yang kurang mampu. Kali ini dengan tema kajian “Ibadah Hampa Tanpa Ilmu” bersama Ustadz Suhartono.

Ustadz Suhartono merupakan salah satu pembina masjid Al Falah dan juga PAUD yang berada satu lokasi dengan masjid tersebut. Dalam kajiannya Ustadz Suhartono menyampaikan bahwa ibadah yang tanpa didasari ilmu tidak aka nada gunanya.

“pemikiran orang kadang ingin pahala yang lebih banyak jadi ibadahnya ditambah. Misalnya solat dhuhur 4 rakaat, karna pengen pahala yang lebih jadi ditambah satu rakaat lagi. Itu jelas ibadah yang tidak didasari oleh ilmu” terangnya dihadapan jamaah yang rata-rata lansia tersebut.

Acara yang juga dihadiri Ibu Annik, perwakilan dari LAZ Nurul Barqi Indonesia Power ini dimulai dari jam setengah sepuluh.Dalam kajiannya Ustadz Suhartono juga berpesan bahwa dalam beribadah jangan terlalu berlebihan. Harus sesuai dengan ajaran yang berikan oleh Rasulullah.

Selain beribadah Ustadz Suhartono meningatkan untuk berinteraksi juga dengan sesama. Jangan sampai ada saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita, justru kita malah tidak tahu dan membiarkannya.

Dusun Kalialang Baru sendiri nantinya akan menjadi desa binaan yang setiap pekannya akan diadakan kajian pekanan yang akan diisi ustadz yang berbeda dan tema kajian yang berbeda pula.

Sebelum acara diakhiri, jam sebelas siang acara dilanjut dengan pembagian sembako murah. Jika di kajian terdahulu pembagian sembako di berikan secara cuma-cuma, kini untuk sekaligus mengedukasi masyarakat sembako yang bernilai Rp 50.000 di jual ke masyarakat senilai Rp 10.000. Hasil penjualan sembako ini nantinya akan kembali ke masyarakat lagi melalui infak masjid Al Falah.

“tidak seperti pengajian-pengajian yang sebelumnya kita selenggarakan di Dusun Kalialang Baru ini, untuk kedepannya kita akan memberi edukasi kepada masyarakat bahwa pengajian seperti ini tidak hanya sebuah Charity. Sembako yang mereka beli akan kembali ke masyarakat lewat dan infak masjid”, ungkap Wahyu Setiawan, Manajer Program DD Jateng yang saat itu hadir dalam acara kajian tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *