MENGHADIRKAN RASA SYUKUR

Masturoh

Namanya Ibu Masturoh, perempuan berusia 37 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai penjual buah keliling. Berjalan kaki dari satu rumah ke rumah lainnya sembari menggendong putrinya yang masih balita, menjadi kesehariannya. Tinggal di daerah Bandarharjo, Semarang Utara, saban hari Ibu Masturoh harus berjibaku demi sesuap nasi. Menjajakan dagangan yang tak seberapa rela ia lakukan demi anak-anaknya. Suaminya hanyalah pekerja serabutan pasang papan reklame yang pekerjaannya pun tak setiap hari ada.

Di rumah yang sangat sederhana dengan atap rumah tak lebih dari 2 meter serta hampir “tenggelam”, Ibu Masturoh hidup penuh kesyukuran bersama suami dan tiga orang anaknya. Indah anak pertamanya yang duduk di Kelas 6 SD dan Wiwit adiknya adalah penerima Program Beasiswa Inspiratif dan Bantuan Pendidikan dari Dompet Dhuafa Jateng.

Selain itu, Ibu Masturoh juga merupakan salah satu pemetik manfaat dari Program Bantuan Modal Usaha. Baginya bantuan modal yang diberikan oleh Dompet Dhuafa Jateng sangat membantu kelancaran jualannya demi asap dapur tetap mengepul.

“Setiap hari saya jualan, saya keliling sambil gendong anak yang kecil” ceritanya. “Kalau siang saya pulang ke rumah dulu, istirahat, trus nanti habis ashar bahkan sampai malam jualan lagi” imbuhnya diiringi sungging senyum.

Wajah tulus penuh syukur selalu nampak dari Ibu Masturoh dan anak-anaknya. “Alhamdulillah mas, masih bisa buat nyekolahin anak dan bantu suami”, ungkapnya menutup percakapan.

Mendengar itu, bak ditimpa palu godam rasanya ketika kita yang selama ini hidup di rumah yang nyaman dan kerja mapan masih banyak mengeluh serta selalu merasa kurang berkecukupan. Jangan tanya penghasilan mereka berapa, yang jelas rasa syukur mereka lebih berlimpah dari yang kita punya selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *