Miulan, Jatuh Bangun Usaha Hijab

Miulan

Tsumardani wulan, rasanya nama itu tak asing untuk pecinta fashion khususnya hijab di Semarang. Memiliki merk sendiri yang diambil dari namanya dan nama adiknya (Mita), kini bisnis yang berawal dari tugas kampus itu meningkat pesat.

Tak tanggung-tanggung, sebuah butik fashion hijab sekaligus konveksi kecil yang berada di daerah Simongan Semarang Barat ini ramai oleh pembeli. Yang lebih menarik kebanyakan konsumen Miulan rata-rata adalah pengguna internet yang gemar shopping online.

Memang Miulan sendiri lebih banyak menawarkan produknya melalui internet marketing seperti media sosial di dunia maya. “Karena selain lebih mudah, kebanyakan orang sekarang lebih aktif di dunia maya. Itulah kenapa saya memilih marketing online sebagai senjata utama Miulan,” jelas gadis kelahiran 90an ini.

Sempat ditipu puluhan juta tak menyurutkan semangat sang owner untuk terus melanjutkan bisnisnya ini. “Dulu sempat ditipu oleh konveksi hingga 40 juta, pernah juga di tahun 2014 di tipu hingga 20 juta dengan orang yang berbeda, tapi namanya bisnis kita harus bisa menerima resiko seperti itu”, tambahnya bercerita mengenai pengalaman jatuh bangunnya membangun bisnis Miulan.

Bukan berarti bisnis yang selalu mendapatkan omzet yang meningkat tiap bulan ini mendapat dukungan penuh dari keluarga. Sang ayah yang memang mendambakan anaknya menjadi seorang PNS tidak setuju Wulan menjalankan bisnis ini.

Menurut pendapat ayahnya, Wulan harus menyelesaikan kuliahnya dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Di titik inilah Wulan merasa sedih, karena sang ayah memaksa untuk menutup bisnis yang sudah memperkerjakan puluhan orang itu. Sang ibu yang sudah tiada pun sudah tak lagi bisa mendukung tiap langkahnya.

Kini anak pertama dari 4 bersaudara ini tengah mengembangkan bisnisnya hingga ke luar negeri. Hijab yang diproduksinya kini sudah merambah pasar luar negeri. Berbekal marketing online hijab Miulan bisa terkirim ke Singapura, Brunei, hingga Jeddah.

“Untuk memulai sebuah bisnis kita tidak perlu takut untuk mengeluarkan modal banyak, karena apapun resiko kedepannya nanti harus kita hadapi. Terus juga kita harus lebih pintar menggunakan kemajuan teknologi yang sudah ada. Intinya kita harus yakin untuk memulai membangun sebuah usaha”, pesan Wulan untuk memotivasi wiraswasta yang sedang merintis usahanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *