PELATIHAN SSD SLI KOTA SEMARANG

PELATIHAN SSD SLI KOTA SEMARANG
Selasa, 14/01/2020 SLI Kota Semarang mengadakan pelatihan SSD (School Strategic Discussion) yang diadakan di aula kantor Kecamatan Tembalang. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang kepala sekolah/madrasah yang menjadi sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia. SSD adalah metode penyusunan rencana pengembangan strategis sekolah melalui diskusi partisipatif yang melibatkan semua elemen-elemen pendidikan yang terkait dengan sekolah. Tahapan pelaksanaan SSD ini adalah pemetaan sekolah, analisis kondisi, alternatif solusi, langkah perbaikan dan komitmen bersama.

Pelatihan SSD di mulai pada pukul 09.00 sampai dengan selesai yang di sampaikan oleh KAWAN Husni. Dalam pemyampaian materi SSD, KAWAN Husni mencoba mengaitkan antara materi minggu sebelumnya tentang Metode Uswah yang di sampaikan oleh KAWAN Putri. Kepala sekolah/madrasah kembali diminta untuk membuka instrumen pengukuran metode uswah.

Kepala sekolah/madrasah diminta untuk menuliskan serta menggambarkan mimpi mereka masing-masing di dalam sebuah kertas HVS. Kemudian kepala sekolah secara bergantian maju kedepan menyampaikan apa mimpi yang telah mereka tuliskan. Berbagai mimpi dan keinginan kepala sekolah/madrasah untuk memajukan sekolah/madrasah yang sedang mereka pimpin.

PELATIHAN SSD SLI KOTA SEMARANG

Setelah mengetahui mimpi mereka masing-masing, KAWAN Husni membagikan sebuah cerita yang menggambarkan kondisi sebuah sekolah terpencil dengan kondisi apa adanya. Kepala sekolah/madrasah di bagi menjadi 3 kelompok, terdiri dari kelompok kepemimpinan, kelompok sistem pembelajaran dan kelompok budaya sekolah. Kepala sekolah diberikan waktu beberapa menit untuk membaca cerita yang sudah dibagikan. Setelah membaca cerita tersebut, KAWAN Husni mengarahkan kepala sekolah/madrasah untuk mengisikan kondisi sekolah yang diceritakan kedalam tools penilaian metode uswah untuk kepala sekolah/madrasah. Kepala sekolah/madrasah di minta untuk memberikan tanda ceklis apabila item dalam pengukuran tergambar di dalam cerita tersebut.

Sebaliknya apabila item yang ada di dalam pengukuran metode uswah tidak tergambar dalam cerita tersebut maka diberi tanda silang serta di tambahkan dengan ketengan di samping kolom ceklis.

Kemudian kepala sekolah/madrasah menghitung berapa persen nilai pada masing-masing indikator dan menuliskannya kedepan. Maka tergambarlah nilai A hingga nilai E sesuai dengan analisis kepala sekolah/madrasah hebat. Secara spontan beberapa kepala sekolah menyampiakan bahwa kira-kira inilah kondisis real yang ada di sekolah saya.

Langkah selanjutnya, kepala sekolah/madrasah di minta mencari masalah yang paling krusial dari cerita yang sudah mereka analisis, setelah mengetahui akar permasalahan kepala sekolah/madrasah mencari dan menentukan solusi permasalahan dari akar permasalahan yang telah ditetapkan. Kemudian kepala sekolah/madrasah diminta untuk menentukan langkah perbaikan, dengan menyusun secara detail pelaksanaan dari solusi yang sudah ditetapkan. Dalam hal ini KAWAN Husni memberikan contoh hasil SSD yang dalam bentuk tabel. Ini merupakan time line perencanaan pelaksanaan SSD serta PIC atau penanggung jawab atas program yang telah direncanakan.

Tahapan terakhir, kepala sekolah/madrasah diminta untuk membuat komitmen bersama agar semua program yang telah di buat dan disepakati bersama dapat berjalan sebagaimana mestinya agar tujuan sekolah yang diinginkan tercapai.

Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan hari ini, pelatihan juga diselingi dengan pemberian ice breaking yang di pimpin oleh KAWAN Putri dan KAWAN Yuyun. Ini bertujuan agar pelatihan tidak terasa membosankan. Pada akhir sesi kepala sekolah diminta untuk mengisi lembar evaluasi pelatihan guna perbaikan pelatihan-pelatihan selanjutnya. Kegiatan pelatihan hari ini ditutup dengan foto serta makan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *