Pembangunan Septictank Komunal Kp. Sri Rahayu telah Selesai

PURWOKERTO – Sejak pekan ke empat Desember 2015 lalu, aktivitas warga Gang dua RT 04 RW 10 Kampung Sri Rahayu, Purwokerto Selatan terlihat lebih sibuk dibanding hari biasanya. Terlebih di kediaman ketua RT, Bono (55), teras dan jalan depan rumah dibongkar. Sebuah lubang yang ukuran besar sudah digali oleh para pekerja. Sepanjang gang pun terlihat pembongkaran paving-paving dan penananaman pipa-pipa berukuran besar di sisi barat dan timur gang. Inilah cikal bakal septictank komunal untuk menjawab permasalahan pembuangan limbah domestik rumah tangga karena sempitnya lahan diwilayah ini.

Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu bulan pengerjaan akhirnya pada awal Februari pembangunan septictank komunal di Kampung Sri Rahayu telah selesai. Kampug Sri Rahayu, salah satu kampung di tengah kota Purwokerto. Sehari-hari masyarakat harus mengantri untuk menggunakan WC umum yang ada di Kampungnya. WC umum dengan empat kakus ini dipakai oleh lebih dari 200 jiwa penghuni kampung. Pemandangan setiap hari, antrian warga untuk membuang hajat terlihat panjang. Belum lagi anak-anak usia sekolah yang harus mengejar waktu ke sekolah, para pedagang yang yang harus beraktivitas lebih pagi dibandingkan lainnya.

Gang-gang sempit di kampung ini dihuni oleh rumah-rumah kecil yang berjejer padat. Dari 55 keluarga penghuni gang, hanya 3 keluarga yang memiliki kakus pribadi, 7 titik sumur yang di pakai ber ramai-ramai. Permasalahannya satu, warga tidak memiliki lahan untuk pembuangan limbah (septictank). Lahan untuk rumah-rumah disini hanya petak-petak kecil yang tidak memungkinkan dibuat septictank. Limbah-limbah dari pemandian, sumur, dan rumah tangga selama ini langsung dialirkan langsung menuju sungai yang mengalir di wilayah ini. Kondisi sungaipun tidak kalah jorok, hitam pekat,dan berbau menyengat.

Program pembangunan Septictank Komunal Dompet Dhuafa ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di Kampung Sri Rahayu. Sebagai solusi permasalahan pembuangan limbah domestik rumah tangga warga kampung dengan lahan terbatas. Pada tahap pertama pembangunan, telah dilakukan penanaman pipa-pipa saluran induk sepanjang gang dua. Pipa dengan diameter besar ini ditanam di dua sisi gang, sisi barat dan timur. Masing-masing ditanam dua pipa dengan fungsi berbeda. Satu pipa sebagai jaringan limbah cair, satunya jaringan limbah padat (tinja). Pipa-pipa ini terhubung langsung dengan septictang yang berukuran 20 meter persegi dan dapat menampung limbang sebanyak 20.000 liter.

Septictank dibuat dengan sistem yang ramah lingkungan, dengan memisahkan antara limbah padat dan cair, limbah pada dan cair masing-masing bak penampung dibuat dengan penggunaan materi pengurai limbah, selanjutnya limbah dialirkan menuju bak kontrol yang berfungsi sebagai filter. Disinilah beda septictank komunal ini dengan septictank lainnya. Melaui bak kontrol sebagai filter, air sisa limbah yang dihasilakan lebih jernih dan bersih. Tidak ada sampah yang terbawa sampai keluar sehingga mencemari sungai maupun lingkungan.

Warga kampung menyambut antusias program Dompet Dhuafa ini, karena selama ini warga tidak memiliki septictank untuk pembuangan limbah rumah tangga dan MCK. Mereka berharap setelah adanya septictank komunal di lingkunagn mereka, lingkungan menjadi lebih bersih, terutama sungai yang mengalir di pemukiman mereka. Selama ini warga sebetulnya terganggu dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan dari sungai akibat pembuangan limbah rumah tangga yang langsung dialirkan melalui sungai.