Dompet Dhuafa Jateng Dampingin Belajar UN di MI Hasanudin Semarang Utara

FormatFactory_MG_0195

Sabtu (4/8) – Dompet Dhuafa (DD) Jateng kembali melakukan kegiatan dampingan dalam Beasiswa Inspiratif. Kegiatan dampingan kali ini dilaksanakan di MI Hasanudin Semarang Utara. Kegiatan yang dijadwalkan dari jam 11.00-12.00 harus molor hingga jam 13.00 karena semangat guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam program kegiatan dampingan ini dikhususkan untuk kelas 6 saja yang berjumlah 22 siswa. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan kematangan siswa dalam mengikuti Ujian Nasional dan hanya di fokuskan pada mata pelajaran saja yang akan di ujikan pada Ujian Nasional mendatang. Kegiatan ini adalah kegiatan pertama kali dari Dompet Dhuafa di MI Hasanudin yang nantinya akan berlanjut satu bulan sekali sampai menjelang Ujian Nasional. Mata pelajaran yang diajarkan-pun berbeda setiap kali dampingan. Pendampingan kali ini dengan mata pelajaran yang di ajarkan adalah pelajaran matematika. Dengan guru pendamping Bu Ninah.

Metode pembelajaran yang di gunakan Bu Ninah dalam belajar matematika adalah dengan cara memberi materi terlebih dahulu, lalu di praktekan di papan tulis, setelah itu siswa akan diberi soal untuk dikerjakan. Setelah semua siswa selesai siswa akan di tunjuk secara acak untuk mengerjakan soal di depan. Siswa di tuntut dalam satu materi yang diajarkan harus bisa. Sehingga jika ada siswa yang belum paham maka Bu Ninah akan mengajarinya sampai bisa.

Dari 22 sisanti. Ke- 4 siswa tersebut termasuk siswa yang pintar di kelasnya. Disaat mereka maju ke depan untuk menjawab soal, mereka bisa mengerjakan wa yang hadir ada 4 siswa yang mendapat beasiswa Inspiratif yakni : Arya Ardiansyah, Irfan Danu Aji, Safira Fitri Zulfa, dan Indah Ariyani. mereka adalah siswa yang pintar. di saat mereka di suruh maju kedapan untuk mengerjakan soal, mereka dengan mudah dan lancar dalam menjawab soal tersebut.

Penerima manfaat (Beasiswa Inspiratif) dari Dompet Dhuafa Jateng memang hanya 4 siswa saja, akan tetapi seluruh siswa kelas enam dapat merasakan semua progam dampingan belajar. Selain siswa, Dompet Dhuafa juga memerhatikan guru. Karena guru dampingan belajar berasal dari MI tersebut juga termasuk fisabilillah.

Dalam kegiatan ini Dompet Dhuafa mengharapkan supaya pendidikan yang berada di MI tersebut bisa lebih baik lagi. Selain siswa dan guru, kepala sekolah juga di ikut seratakan. Baru-baru ini kepala sekolah dari MI terkait juga di kirim ke Bogor untuk melakukan Literasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *