Relawan Banjir Purworejo Ajak Anak-Anak Bermain Menggunting Kertas

Relawan Banjir Purworejo Ajak Anak-Anak Bermain Menggunting Kertas

Kegiatan Aksi Layanan Sehat LKC Dompet Dhuafa Jateng dilaksanakan di Dusun Bapangan, Desa Bapangsari Kec. Bagelen, kab. Purworejo Jawa Tengah. Aktivitas tim kesehatan hari ini (20/3) fokus pada edukasi dan screening pasca banjir kepada warga.

Selain orang dewasa, anak – anakpun antusias datang ke Posko untuk memeriksakan diri maupun sekadar konsultasi kesehatan. Sembari menunggu tempat kegiatan Aksi Layanan sehat bersih karena masih kotor akibat banjir, Aan Koordinator Program Kesehatan mengajak anak-anak untuk bermain menggunting kertas. Kertas lembar anamnesa darurat ini akan dipakai untuk mencatat keluhan warga sekaligus mencatat terapi obat bagi warga yang datang ke Posko Kesehatan Dompet Dhuafa.

Raut wajah anak-anak yang sudah tiga hari aktivitasnya terganggu karena banjir telihat penuh kepuasan. Ya, anak-anak ini berhasil menggunting selembar kertas anamnesa sesuai presisinya. Dari satu sisi ke sisi yang lain sendiri. Hal ini membuat mereka percaya diri untuk menggunting banyak kertas lainnya. Anak-anak ini pun merasa bangga karena kegiatan mereka gunting menggunting ini bermanfaat untuk orang lain.

Menurut Aan selain sebagai pengalihan anak-anak dari kebosanan karena aktivitasnya terganggu akibat banjir, anak-anak juga membutuhkan pengakuan ketika semua orang dewasa disekelilingnya mulai sibuk sendiri-sendiri. Membersihkan rumah, dan banyak kegiatan orang dewasa lainnya yang melarang anak-anak terlibat atau bahkan menganggap mereka sebagai gangguan semata. Alhasil, dari kegiatan gunting menggunting kertas resep ini, anak-anak yang mengeluh karena harus jadi anak “manis dan diam” dan itu adalah hal yang membosankan.

Aan Julianto, S.Kep, Ns, selain sebagai Koordinator Program Kesehatan juga lama sebagai relawan kemanusiaan di Dompet Dhuafa Jateng. Pengalaman hampir lima tahun sebagai relawan membuatnya banyak memiliki pengalaman. Kemampuan mendengarkan dan mengasah empati adalah wajib baginya. Sambil melayani pemeriksaan dan mendengarkan keluhan para penyintas, Aan akan lebih menajamkan telinga dan hati. Terkadang mereka buka sakit fisik tapi lebih ke psikologis yang terganggu dengan adanya perubahan tiba-tiba sehingga tekanan darahnya naik, asam lambung meningkat karena kecemasan akibat lahan pertanian yang harusnya tinggal panen terancam gagal. Anak-anak juga yang harusnya mendapat banyak perhatian dan support dari orang dewasa akhirnya karena semua orang dewasa sibuk, biasanya membutuhkan dukungan.

“Oleh karenanya saya berinisiatif melibatkan anak-anak ini dalam kegiatan. Selain membangkitkan kepercayaan diri juga melatih kesabaran anak-anak”. Terus bantu saudara-saudara kita dipelosok nusantara untuk tangguh menghadapi bencana. Karena kita hanya menunggu giliran ujian yang sewaktu-waktu datang. Salam kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *