Respon Pergerakan Tanah Desa Duren, Pagedongan, Banjarengara

Banjarnegara-Sebanyak 115 jiwa dari 25 KK warga Dusun Karangjengking Desa Duren Kab Banjarnegara direlokasi. Relokasi ini sebagai langkah antisipasi terhadap bencana tanah longsor yang bisa terjadi kapan saja, karena berdasarkan penelitian oleh petugas PVMBG penelitian di Dusun Karangjengking, akhir pekan lalu, hasilnya, wilayah setempat sangat rawan terjadi tanah bergerak. Tanah bergerak ini mulai terdeteksi pada 18 Januari silam. Dusun Karangjengking berada berada persis di samping tebing dengan ketinggian 40 meter. Sehingga memang membahayakan, karena kalau terjadi longsor akan menimbun dusun. Warga yang rumahnya terancam longsor berada wilayah bawah tebing sebanyak 19 rumah dan di atasnya ada 6 rumah yang terancam.

Sebagai respon terhadap ancaman musibah ini, DD Jateng sudah melakukan koordinasi dengan BPBD dan Muspika setempat untuk turut serta berperan dalam penanganan, terutama di Pengungsian. Saat ini satu orang Da’i dari Semarang, Ust Jamal  sudah berada dilokasi sejak Kamis (12/01) untuk pendampingan spiritual warga, karena memasuki pekan keempat mereka mengungsi, warga sudah mulai banyak yang putus asa. Warga banyak mengeluhkan kondisi mereka di Pengungsian. Selain Da’i, DD  Jateng melalui jejeringnya di kantor Purwokerto juga menyiagakan timnya untuk membuka Sekolah Ceria bagi anak-anak yang tinggal dipengungsian.
Dalam agendanya, Sekolah Ceria akan banyak berisi pembelajaran melalui permainan. Yang sudah disiapkan diantaranya adalah Ular Tangga Raksasa dengan tema empat sehat lima sempurna, nonton bareng, dan berbagi cerita. Semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan kekuatan bagi semua muslimin yang sedang ditimpa musibah.