Semangat Devi Dibalik Kekurangan

Devi dan Kisah Hidupnya

Ditulis Oleh: Kasirul Mubarok (Sahabat Filantropi)

Devi kristina (14) adalah anak satu-satunya Suyati (49), seorang janda. Devi, begitulah sapaan akrabnya di kalangan teman-teman maupun tetangganya. Sekarang Devi masih duduk di kelas 2 SMP Al Islah di Semarang. Di sekolah sendiri Devi termasuk siswa yang memiliki semangat belajar yang tinggi, meskipun dirinya hidup dalam keluarga yang serba kekurangan.

Devi tinggal bersama Ibunya di Kp Kebonharjo RT.03 RW.03 Kel. Tanjungmas Kec. Semarang Utara. Devi termasuk anak yang pendiam, bahkan Devi jarang sekali main diluar rumah. Kegiatan sehari-harinya selain sekolah, devi habiskan waktu luangnya untuk Ibunya bersih-bersih rumah maupun kegiatan lainya.

Riwayat sakit gula yang terkadang sering kambuh menjadikan Devi sebagai anak satu-satunya yang di andalkan oleh Ibunya. Devi lah yang merawat Ibunya. Devi anak yang sangat baik dan rajin. Masalah sholat dan ibadah lainnya tidak pernah di tinggalkan. Bahkan ketika Devi sedang mengerjakan sesuatu di rumah dan mendengar Adzan langsung pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat berjamaah.

Ibunya Devi hanya bekerja di rumah saja karena ia memang mempunyai penyakit gula yang sering kambuh, sehingga dia tidak bisa jauh-jauh dari rumah. Ia hanya bekerja memasang tali masker yang penghasilannya sekitar 8.000-16.000 perhari. Itupun tidak setiap hari Ibunya Devi bekerja karena tergantung permintaan dari perintah orang yang memberi pekerjaan.

Devi dan sang ibu dalam kebutuhan hidup sehari-hari sering kali mengalami kekurangan. Bahkan untuk perihal makan saja, terkadang mereka hanya membeli nasi bungkus seharga 3000 untuk berdua.

Kondisi rumah Devi pun bisa dikatakan tidak layak huni, karena rumah kecil mereka hanya berisi kamar tidur yang digabung dengan dapur tanpa sekat. Devi tidak mempunyai kamar mandi yang layak, dia hanya mempunyai sumur terbuka yang berada di belakang rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *