Semangat Subki di tengah Keterbatasan

Suasana di pondok pesantren Nurul Huda di daerah semarang barat sedikit berbeda dari biasanya. Suasana yang biasanya hanya dihiasi dengan murajaah hafalan santrinya ini sedikit berubah dengan hiruk pikuk mereka di depan layar monitor komputer. Ya.. DD Jateng sedang melaksanakan program Institut Kemandirian (IK) dengan konsentrasi pelatihan desain grafis. Pelatihan yang baru selesai Januari lalu ini diikuti oleh 10 orang santri, bertujuan untuk membantu mereka dalam mempersiapkan bekal ketika purna dari pondok pesantren, dengan memberikan keahlian dan pendampingan kewirausahaan.

Diantara 10 peserta pelatihan ada satu peserta yang mempunyai keterbatasan fisik (disabilitas). Santri tersebut bernama Subki, lahir di kendal 29 tahun lalu dan mulai nyantri di ponpes tersebut sejak 2005. Antusiasme Subki dalam hal desain grafis sudah terlihat ketika pembukaan pelatihan. Meskipun memiliki keterbatasan, Subki sangat bersemangat dalam mengikuti pelatihan. “Saya ingin membahagiakan orang tua mas, dan ingin menambah keahlian saya dalam desain grafis” ungkap Subki kepada DD Jateng.

Sebuah harapan ditengah keterbatasan fisiknya. Meskipun demikian semangatnya tak pudar, terbukti dari hasil desain peserta, miliknyalah yang hasilnya memuaskan. Subki mengalami kelumpuhan ketika menginjak usia 10 tahun. Saat itu dia mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya mengalami kelumpuhan di kedua kakinya.