Siti & Slamet Bersama Merajut Asa Demi Keluarga

SITI & SLAMET BERSAMA MERAJUT ASA DEMI KELUARGA

Di sebuah daerah Boyolali, tepatnya di Desa Kismoyoso, Kecematan Ngemplak hiduplah sepasang suami istri yang begitu romantis bernama, Slamet dan Siti. Pak Slamet dan Bu Siti menjalani lika liku kehidupan bersama di sebuah rumah peninggalan orangtua yang terbuat dari tembok yang belum rata serta atap rumah yang rentan bocor ketika musim hujan tiba. Namun cukup untuk berteduh dari teriknya mantahari serta untuk menghangatkan badan dari terpaan angin dan guyuran air hujan yang melanda bersama kedua anaknya.

Kedua anaknya dari kedua pasangan yang begitu hangat ketika sedang mengobrol itu bernama Mufida dan Makruf. Saat ini Mufida sebagai anak sulung sedang duduk di bangku kelas 4 MI Muhammadiyah Kismoyoso untuk mewujudkan cita-cita indahnya. Serta Makruf yang usianya baru menginjak umur 4 tahun ini belum bersekolah, masih sering membantu pekerjaan ibunya serta selalu menemani Mbah Putrinya yang tidak jauh dari rumahnya.

Untuk bertahan hidup, Pak Slamet dan Bu Siti layaknya orangtua yang ingin membahagiakan anak-anaknya mereka berjuang dengan berjualan kacang rebus dan kacang goreng. Dengan keadaan yang tidak bisa melihat, kedua pasangan ini saling bahu membahu dari mempersiapkan bahan dagangan dari membeli kacang mentah hingga menjajakan dagangannya untuk para pelanggan dengan membagi hari kerja. Dari hari senin-kamis Pak Slamet yang berusaha menjajakan jualannya dengan sapaan yang hangat dan khas itu di depan SMA Negeri 5 Surakarta, SMP Negeri 7 Surakarta, dan depan UTP Surakarta, tapi sesekali waktu juga berjualan di Ngringo, Palur untuk melebarkan sayap bisnis kecilnya itu. Para pembeli hanya perlu merogok kocek saku sebesar Rp. 3000.- tentunya penghasilan yang didapatkan tidak begitu banyak yang dihasilkan Pak Slamet, walaupun bisa menjual hingga 100 bungkus perharinya, ternyata masih belum bisa menutupi kebutuhan sehari-hari hingga keperluan anak sulung dalam mengenyam pendidikan. Sang istri juga, Bu Siti yang bergantian berjualan dari Jumat-Minggu yang menjajakan dagannya di pelataran Matahari Singosaren juga tidak begitu menjanjikan hasil yang didapatkan.

SITI & SLAMET BERSAMA MERAJUT ASA DEMI KELUARGA

Dompet Dhuafa berkesempatan untuk dapat sedikit meringankan beban Pak Slamet beserta keluarga untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari dan pembiayaan sekolah anaknya. Harapannya dengan bantuan ini dapat menambah semangat Pak Slamet dan keluarga dalam menjalani hari – harinya, walaupun tidak dapat melihat indahnya dunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *