SOLUSI KURANGI ZAT KARSINOGENIK PADA JELANTAH

SOLUSI KURANGI ZAT KARSINOGENIK PADA JELANTAH

Kesehatan adalah faktor pengali dalam hidup. Artinya hidup yang sehat akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap aktivitas apapun sehari-hari. Tubuh yang sehat dan bugar tidak serta merta diperoleh dengan cara yang instan. Namun diperlukan upaya yang lebih baik preventif, promotif, maupun kuratif. Usaha promotif yang dilakukan pemerintah Jokowi dengan program Germas dan Nawacita yaitu salah satunya dengan pemenuhan makanan bergizi bagi generasi penerus bangsa khususnya anak-anak sekolah. Pemenuhan gizi seimbang menjadi perkara tidak mudah karena di sekeliling sekolah dan lingkungan masyarkat sangat mudah ditemukan jajanan makanan yang tidak sehat dari aspek proses penyajiannya.

Proses penyajian makan yang jamak dilakukan oleh pedagang kaki lima di sekolah maupun masyarakat adalah dengan cara digoreng dengan minyak goreng dari kelapa sawit. Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai alat pengolah bahan makanan. Minyak goreng berfungsi sebagai media penggoreng yang penting dan kebutuhannya semakin meningkat.

Usaha kecil seperti fried chicken, gorengan, pempek, sempolan, dan lain-lain satu sisi menguntungkan penjual dalam membuka peluang ekonomi dan bisnis. Di sisi lain mendatang kerugian sebab sebagian pedagang kaki lima kurang memperhatikan aspek kesehatan seperti penggunaan minyak goreng yang berulang dengan dalih menekan biaya produksi. Sehingga kejadian ini menyebabkan kesehatan anak-anak sekolah sebagai pembeli menjadi terganggu tumbuh kembangnya.

Penggunaan minyak goreng yang berulang-ulang akan menghasilkan jelantah yang menyebabkan berbagai penyakit, karena mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik (penyebab kanker), yaitu senyawa radikal bebas (hidroperoksida). Thaedus (2015), mengungkapkan minyak jelantah dapat merangsang peradangan hati melalui peningkatan ekspresi sitokin proinflamasi (pembengkakan). Senyawa karsinogenik ini timbul akibat proses penggorengan yang menimbulkan kerusakkan pada minyak (Rohman, Abdul dan Sumantri, 2007). Selain itu, tampilan hasil gorengan dari jelantah kurang menarik, berwarna hitam kecoklatan dan memiliki rasa yang sedikit tengik.

Oleh karena itu, perlu adanya pengolahan zat karsinogenik pada jelantah, salah satunya dengan menggunakan adsorben. Indonesia memiliki endapan mineral cukup banyak, yang tersebar di berbagai daerah. Mineral tersebut berupa lempung salah satunya zeolit. Zeolit merupakan salah satu adsorben alternatif yang memiliki kemampuan adsorpsi yang tinggi karena memiliki pori yang banyak dan mempunyai kapasitas tukar kation yang tinggi dan dapat diaplikasikan pada rentang suhu yang luas, sehingga sangat cocok digunakan sebagai adsorben (Panayotova, 2001: 671-676).

Cara menurunkan zat karsinogenik jelantah yaitu dengan ditambah zeolit yang divariasi massa, lalu dipanaskan sambil diaduk -aduk selama 20 menit. Hasilnya zat karsinogenik jelantah mengalami penurunan bahkan lebih baik dari minyak goreng baru. Selain itu, dapat menghemat biaya Rp. 9.150,00 – Rp. 10.050,00 tiap liternya dengan presentase sebesar 73,2% – 80,4%.

Selain dapat menurunkan zat karsinogenik dan menghemat biaya, jelantah yang diolah menggunakan zeolit memiliki tampilan yang baik, yaitu jernih dan berwarna kekuningan. Tampilan yang baik ini menjadi solusi yang selama ini terkesan minyak goreng yang digunakan oleh penjual gorengan hitam lekat dan tidak sehat.

Oleh karena itu dengan temuan tim Karya Ilmiah Remaja dan siswa SMP Negeri 19 Semarang ini perlunya merekomendasikan kepada para penjual gorengan agar mengunakan zeolit dalam membuat gorengannya sehingga benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya dari sisi higienitas saat dikonsumsi oleh anak sekolah. Penelitian ini setidaknya mengungkap bahwa zeolit menjadi win win solution bagi penjual gorengan dan masyarakat khususnya anak-anak sekolah yang suka membeli jajan gorengan tanpa dihinggapi rasa was-was akan bahaya karsinogenik yang mengintai. Sedangkan sang penjual tetap dapat berjual dengan untung yang berlipat-lipat.

http://jateng.dompetdhuafa.org/wp-content/uploads/2019/08/1.jpg

Ditulis Oleh: Dra. Indriyati, M.Pd

Guru Berprestasi Kota Semarang Tahun 2014
Guru IPA SMPN 19 Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *