Sragen Dilanda Kekeringan, Bersama BMT HIRA, DD Jateng Salurkan Air Bersih

DD Jateng BMT Hira Respon Kekeringan Sragen

Sejak awal bulan Juli, Sragen, Jawa Tengah dilanda kekeringan. Meski sempat terjadi hujan, namun belum berdampak signifikan terkait krisis air bersih di wilayah Sragen. Bencana kekeringan melanda wilayah Sragen bagian utara. Beberapa kawasan bahkan sudah kesulitan mendapatkan air, karena sumber air mulai mengering.

Tahun lalu 22 desa di Sragen juga mengalami bencana kekeringan. Wilayah kekeringan tersebut tersebar di 8 Kecamatan, yakni Kecamatan Kalijambe, Sumberlawang, Tanon, Miri, Sukodono, Tangen, Gesi dan Jenar.

Dompet Dhuafa (DD) Jateng bersama KSPPS BMT HIRA, Jumat (20/7) telah melakukan droping air bersih sebanyak 6 tangki di  Desa Bugel Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen. 181 KK di kedua desa tersebut akhirnya bisa mendapatkan air bersih setelah beberapa hari mengalami kekeringan dan sulit mendapatkan sumber air bersih.

Ervan Prasnowo, Manager Baitul maal KSPPS BMT HIRA, kekeringan di Sragen sudah berlangsung sejak tiga minggu yang lalu. Kekeringan akan terus berlangsung jika belum adanya hujan.

“Setiap tahun di Sragen selalu mengalami kekeringan. Di tiga tahun terakhir beberapa Kecamatan yang dialnda kekeringan ada Kecamatan Jenar, Kecamatan Gesi, Kecamatan Tangen, Kecamatan Sukodono, Kecamatan Mondokan, Kecamatan Miri, dan Kecamatan Sumber Lawang”, tambahnya.

Alhamdulillah respon masyarakat sangat antusias dan senang dengan adanya bantuan air bersih dari DD Jateng dan KSPPS BMT HIRA. Rencananya akan ada pendistribusian air bersih selanjutnya di wilayah Sragen lainnya yang juga dilanda kekeringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *