Zakat Prospect

prospek zakat

Fungsi zakat adalah fungsi ekonomi yaitu bagaimana zakat dapat merubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat). Dalam Al-Quran, Allah swt. menurunkan 37 ayat tentang zakat. Perintah zakat juga hampir selalu disandingkan dengan kewajiban shalat. Hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya zakat dalam kehidupan manusia. Khususnya dalam penegakan keadilan ekonomi dan peredaran harta benda. Meninggalkan zakat sama halnya dengan ibadah shalat yang apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.

Banyak kalangan di Tanah Air, khususnya ahli hukum zakat dan ekonom muslim yang memprediksi bahwa, jika zakat dikelola dengan baik dan optimal, maka zakat akan menjadi salah satu solusi dari sasaran akhir perekonomian Negara. Yakni mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Prediksi ini memang sangat beralasan, karena zakat dilihat dari segi bahasa saja mempunyai arti yang begitu luas. Zakat berarti berkah, tumbuh, berkembang, bersih, suci dan baik. Dikatakan berkah, karena zakat akan membuat keberkahan pada harta seseorang yang telah berzakat. Dikatakan suci, karena zakat dapat mensucikan pemilik harta dari sifat tama’, syirik, kikir dan bakhil.

Dikatakan tumbuh, karena zakat akan melipat gandakan pahala bagi muzakki dan membantu kesulitan para kaum dhuafa, dan seterusnya. Sayyid Sabiq, mendefinisikan zakat adalah “suatu sebutan dari suatu hak Allah yang dikeluarkan seseorang untuk fakir miskin, dinamakan zakat, karena dengan mengeluarkan zakat itu, di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkat, pembersihan jiwa dari sifat kikir bagi orang kaya dan menghilangkan rasa Iri hati orang-orang miskin serta memupuknya dengan berbagai kebajikan.” Ditinjau dari segi pengertian zakat tersebut, maka zakat seharusnya tumbuh dan selalu berkembang, sifat inilah yang menjadi tolak ukur bagi optimalisasi zakat dalam kehidupan masyarakat.

Membangun dan mengembangkan hukum dan tatacara zakat sangat tergantung pada zamannya. Bagaimana sebaiknya zakat dikelola adalah diserahkan kepada pemerintah. Karena pemerintahlah yang seharusnya lebih mengetahui situasi dan segala hal yang dialami rakyatnya, apa yang dibutuhkan rakyat dan bagaimana cara membantunya, wajib dipikirkan oleh pemerintah. Tidak ada yang asasi dari zakat kecuali hukumnya yaitu wajib dan pengelolaannya yang sangat fleksibel, yang terpenting adalah bagaimana zakat dapat menjadi salah satu instrumen keuangan dalam mengentaskan kemiskinan dan mengangkat derajat kaum dhuafa dalam sebuah masyarakat.

Cita-cita dan ruhnya ajaran zakat dalam Islam sangat penting ditegakkan dalam situasi masyarakat Indonesia saat ini. Di mana kemiskinan semakin hari bukan semakin berkurang, musibah terjadi dimana-mana, sehingga sangat sulit bangsa ini keluar dari lingkaran kemiskinan. Persoalan ini sangat kompleks dan mencakup semua lini dan di semua jajaran. Tidak dapat diatasi secara terpisah dan oleh seorang atau dua orang, tetapi harus dilakukan secara bersama. Penting dan besarnya fungsi zakat menurut ajaran Islam dan belum teratasinya persoalan kemiskinan di Indonesia, harus menjadi motivasi bagi pengelolaan zakat yang dapat diandalkan dan menjadi salah satu pendekatan dan solusi bagi persoalan bangsa.

WhatsApp Image 2018-08-21 at 11.33.42

Ditulis Oleh: Ahmad Zia Khakim, S.H

 (Cops Dai Dompet Dhuafa Jawa Tengah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *