
AMBARAWA — Dompet Dhuafa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pembinaan keislaman bagi santri binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ambarawa pada Selasa, (06/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 450 santri binaan beragama Islam sebagai bagian dari upaya memberikan pendampingan spiritual dan memperkuat nilai-nilai keislaman selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan pembinaan tersebut menghadirkan Ustaz Utsaimin, da’i Cordova Dompet Dhuafa, yang memberikan pendampingan dan kajian keislaman kepada para santri binaan. Program ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan ruang belajar agama sekaligus mendukung proses pembinaan karakter bagi warga binaan pemasyarakatan.
Sebelum kajian keislaman dimulai, para santri binaan terlebih dahulu melaksanakan salat Duha secara berjamaah. Kegiatan ibadah bersama ini menjadi pembuka rangkaian pembinaan, sekaligus kesempatan bagi para peserta untuk menumbuhkan kebiasaan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Pelaksanaan salat Duha berjamaah juga menghadirkan suasana kebersamaan di antara para santri binaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk menjadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari serta membangun kedisiplinan dalam menjalankan ajaran agama.
Setelah pelaksanaan salat Duha, kegiatan dilanjutkan dengan kajian keislaman yang dipandu oleh Ustaz Utsaimin. Melalui pendampingan dai, para santri binaan memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman agama dan merefleksikan nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan perilaku dan penguatan karakter. Melalui pendekatan spiritual, warga binaan diharapkan dapat memperoleh bekal untuk memperbaiki diri, menumbuhkan kesadaran atas tanggung jawab pribadi, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Bagi para santri binaan, kegiatan seperti ini juga menjadi ruang untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan nilai-nilai keislaman. Pembelajaran agama tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana menerapkan nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian dalam kehidupan.
Dompet Dhuafa Jawa Tengah melalui dai Cordova berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari pelayanan dakwah yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Kehadiran pendampingan ini diharapkan dapat memberikan manfaat spiritual sekaligus mendukung proses pembinaan yang berlangsung di lingkungan lapas.
Kegiatan yang diikuti oleh 450 santri binaan ini menunjukkan pentingnya keberlanjutan program pembinaan agar semakin banyak warga binaan memperoleh kesempatan untuk belajar, memperdalam pemahaman agama, dan mengembangkan diri. Pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan diharapkan dapat membantu peserta membangun kebiasaan positif serta memperkuat kesiapan mereka untuk kembali berperan di lingkungan sosial.
Pembinaan santri Lapas Ambarawa yang kembali terlaksana ini menjadi bagian dari ikhtiar menebarkan nilai-nilai kebaikan melalui dakwah dan pendidikan keislaman. Dengan adanya kegiatan rutin, diharapkan para santri binaan dapat terus memperoleh dukungan dalam menjalani proses pembinaan serta memiliki motivasi untuk memperbaiki diri.
Dompet Dhuafa Jawa Tengah berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan menjadi jalan untuk menumbuhkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Dukungan terhadap pembinaan spiritual warga binaan merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk memperbaiki diri.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Dompet Dhuafa Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai ikhtiar dakwah dan kemanusiaan. Sebab, kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan memperbaiki diri merupakan bagian penting dalam perjalanan setiap manusia menuju kehidupan yang lebih baik.