
Bantu Guru di Jawa Tengah untuk Lebih Merdeka dalam Mengabdi

Banyak yang bilang pendidikan adalah investasi terbaik bagi seseorang. Dengan pendidikan yang berkualitas, banyak kesempatan baik terbuka, kehidupan lebih baik di depan mata.
Dengan segala manfaat baik dari pendidikan yang berkualitas, sering kali kita lupa bahwa pendidikan bukan hanya tentang anak didik, melainkan juga mereka ujung tombak perjuangan yang jadi jembatan ilmu untuk para murid, yaitu guru. Namun, ironi sering kali terjadi di negeri ini, terlebih bagi mereka para guru honorer.

Bak air susu dibalas air tuba, hasil riset Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) dan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa pada Mei 2024, sebanyak 74% guru honorer dari 403 guru di 25 provinsi memiliki gaji di bawah Rp 2 juta, dan sebagian lagi di bawah Rp 500 ribu (di bawah Upah Minimum Kabupaten-Kota 2024).
Melansir laman Bisnis.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sebanyak 42% masyarakat yang terjerat pinjol (pinjaman online) ilegal datang dari kalangan guru. Besarnya biaya hidup yang tak seimbang dengan rendahnya gaji menyebabkan guru honorer rentan terhadap pinjaman online ilegal dan terbelenggu oleh banyak utang.
Di sisi lain, mereka adalah ujung tombak perjuangan dalam melahirkan generasi-generasi emas Indonesia di masa depan.
Sahabat, jangan biarkan masa depan Indonesia tergadaikan karena guru tak sejahtera. Ayo bersama bantu guru honorer di Indonesia hidup lebih sejahtera dengan Klik DONASI SEKARANG
-
November, 4 2026
Campaign is published
