
BANYUMAS –Musim kemarau dan terbatasnya sumber air membuat sebagian masyarakat harus menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari. Air yang menjadi kebutuhan dasar bagi setiap keluarga tidak selalu mudah didapatkan oleh masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Ketika sumber air mulai terbatas, berbagai aktivitas rumah tangga seperti minum, memasak, mandi, hingga mencuci turut mengalami kendala.
Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Tengah melalui program Air untuk Kehidupan kembali menghadirkan respon bagi masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih (14/09/2026). Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu distribusi dilaksanakan di Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Sebanyak 10.000 liter atau dua tangki air bersih disalurkan kepada masyarakat dengan jumlah penerima manfaat mencapai 450 jiwa.
Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa berkolaborasi bersama Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air.

Bagi masyarakat Desa Tamansari, bantuan air bersih menjadi salah satu dukungan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan yang bersifat mendasar.
Distribusi kemudian dilanjutkan di wilayah Desa Binorong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Di lokasi ini, sebanyak 10.000 liter atau dua tangki air bersih didistribusikan kepada masyarakat dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 348 jiwa.
Total sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan melalui dua lokasi tersebut. Bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti minum, memasak, mandi, serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Program Air untuk Kehidupan juga menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
Kondisi kemarau dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada sumber air yang jumlahnya terbatas.

Dompet Dhuafa Jawa Tengah terus berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan melalui berbagai program kemanusiaan dan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara amanah. Program Air untuk Kehidupan menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Semoga bantuan yang disalurkan kepada masyarakat di Desa Tamansari dan Desa Binorong dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga dukungan dari para donatur dan sahabat kebaikan dapat terus mengalir sehingga respon terhadap kekeringan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Jawa Tengah.