
SRAGEN – Sebanyak 170 masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Sragen tercatat mendaftarkan diri dalam ajang Sragen MasjidPreneur Fest 2026. Tingginya antusiasme peserta mendorong panitia membagi pelaksanaan Bootcamp menjadi dua batch agar proses pembelajaran, pendampingan, dan interaksi antar peserta dapat berlangsung lebih efektif dan optimal.
Bootcamp Batch 1 diselenggarakan pada 12–13 September 2026, sementara Batch 2 berlangsung pada 19–20 September 2026. Seluruh rangkaian kegiatan diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong lahirnya masjid-masjid yang aktif berperan dalam pemberdayaan umat.
Dalam kegiatan ini, Dompet Dhuafa Jawa Tengah hadir sebagai salah satu kolaborator yang mendukung penguatan kapasitas masjid melalui pendekatan pemberdayaan berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Kepala Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, turut memberikan pemaparan mengenai berbagai model kolaborasi yang dapat dibangun antara masjid dan lembaga amil zakat dalam mengembangkan program-program sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Zaini, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat apabila didukung dengan tata kelola yang baik serta kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk lembaga zakat.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara masjid dan lembaga amil zakat membuka peluang lahirnya program-program produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai bentuk nyata implementasi pemberdayaan berbasis ZISWAF, Dompet Dhuafa Jawa Tengah saat ini telah melakukan pendampingan sejumlah program ekonomi produktif di Sragen, di antaranya Sentra Jamur Sragen dan usaha Ikan Petek Crispy di Gilirejo Baru. Kedua program tersebut didukung melalui pemanfaatan dana zakat dan wakaf yang difokuskan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kelembagaan kelompok, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat penerima manfaat.
Pada sesi Bootcamp, peserta juga mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para pemenang Sragen MasjidPreneur 2025 melalui agenda Sharing Success Story. Hadir Masjid Fatkhul Karomah, Dalangan, Masaran sebagai Juara 1 kategori Masjid Berdaya dan Masjid Al Fattah Puro, Karangmalang sebagai Juara 1 kategori Ide Bisnis yang membagikan pengalaman dalam mengembangkan program berbasis masjid.
Selain sesi inspiratif tersebut, peserta mendapatkan pembekalan melalui empat materi utama, meliputi tata kelola kemasjidan, pengelolaan keuangan dan model bisnis berbasis masjid, penyusunan proposal program, serta teknik presentasi. Materi tersebut dirancang untuk membekali peserta dalam merancang program pemberdayaan yang terukur, berkelanjutan, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Masjid Subuh Qur’an yang menjadi ruang penguatan nilai spiritual sekaligus mempererat ukhuwah antar peserta selama mengikuti proses pembelajaran.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sragen terhadap penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masjid, dunia usaha, dan lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa, diharapkan lahir semakin banyak inisiatif pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi umat dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sragen.