Skip to content

Dompet Dhuafa Jawa Tengah Salurkan 18.000 Liter Air Bersih di Grobogan

GROBOGAN – Musim kemarau telah tiba, kekeringan mulai dirasakan sebagaian warga di Jawa Tengah. Salah satunya di dua desa ini, tepatnya di Desa Panimbo dan Kedungjati, Kec Kedungjati, Kab Grobogan. Kekeringan melanda 170 KK di dua desa tersebut. Melihat penderitaan warga yang terkena kekeringan tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama dengan Disaster Management Centre (DMC) DD terjun langsung menyalurkan sebanyak 18.000 liter air. Pada Rabu (5/8).

Menurut penuturan Nurkholis selaku da’i pemberdaya dari Dompet Dhuafa, setiap kali musim kemarau datang bencana kekeringan selalu mengancam keberlangsungan warga di daerah tersebut.

“Kalau sudah masuk musim kemarau seperti sekarang ini, kami harus mengeruk tanah di bekas aliran sungai untuk mencari sisa-sisa air di dalamnya. Kalau satu lubang sudah kering, warga harus pindah lokasi untuk membuat lubang yang lain,” ujar Nurkholis menjelaskan kondisi warga saat musim kemarau.

Air yang didapatkan warga dengan mengeruk aliran sungai yang mengering kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi.

“Sebenarnya air yang kami dapatkan dari situ tidak layak konsumsi mas, karena kotor dan sedikit berwarna. Jadi ini hanya digunakan untuk mencuci dan kebutuhan MCK. Untuk minum kami harus membeli dengan galon sendiri. Satu galon kalau sedang musim kemarau seperti ini harganya sampai Rp7.000 per galon,” jelas salah satu warga.

Warga setiap tahun sangat berharap masalah kekeringan ini dapat segera dicarikan jalan. Sebab kebutuhan air warga cukup banyak. Warga ingin kebutuhan air bersih tidak lagi menjadi ancaman ketika musim kemarau datang.