Skip to content

Dompet Dhuafa Jawa Tengah Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Anindita di Pemalang

bantuan usaha pemalang dd jateng

PEMALANG – Keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Bagi sebagian keluarga, berusaha menjadi jalan untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak. Semangat tersebut turut dirasakan oleh Anindita Maulia, warga Pemalang yang bertekad membantu keluarganya melalui usaha.

Dompet Dhuafa Jawa Tengah menyalurkan bantuan modal usaha kepada Anindita Maulia, di Kab Pemalang. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung upaya Anindita dalam menghidupkan kembali usaha milik keluarganya yang sebelumnya sempat berhenti. Pada Selasa (15/09/2026).

Anindita merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Sebelumnya, Anindita memiliki pengalaman mengajar di beberapa pesantren. Setelah menyelesaikan aktivitas mengajarnya, ia kini kembali ke Pemalang. Namun, hingga saat ini Anindita belum mendapatkan pekerjaan tetap.

Di tengah kondisi tersebut, Anindita memilih untuk tidak hanya menunggu datangnya pekerjaan. Ia melihat adanya peluang untuk membantu keluarganya dengan kembali menjalankan usaha yang sebelumnya menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.

Ayah Anindita telah meninggal dunia. Setelah kepergian sang ayah, ibunya berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan berbagai makanan dan minuman, seperti es teh, seblak, serta makanan lainnya.

bantuan usaha pemalang dd jateng

Usaha tersebut sebelumnya menjadi salah satu tumpuan keluarga untuk mendapatkan penghasilan. Namun, sekitar tiga bulan terakhir, kegiatan berjualan harus berhenti karena keterbatasan modal. Kondisi tersebut membuat sumber pemasukan keluarga menjadi semakin terbatas.

Melihat keadaan tersebut, Anindita kemudian memiliki tekad untuk menghidupkan kembali usaha ibunya. Bantuan modal usaha yang diterima diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk kembali menyediakan kebutuhan usaha dan memulai aktivitas berjualan.

Bagi Anindita, menghidupkan kembali usaha bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan. Ada tanggung jawab keluarga yang ingin ia bantu pikul. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia berharap usaha tersebut nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga sekaligus mendukung biaya pendidikan adik-adiknya yang masih bersekolah.

Keinginan tersebut menjadi motivasi bagi Anindita untuk terus berusaha. Dengan modal yang tersedia, ia berharap usaha yang pernah dijalankan oleh ibunya dapat kembali berjalan dan perlahan berkembang.

Bantuan modal usaha yang diberikan juga menjadi bentuk dukungan agar penerima manfaat dapat memiliki kesempatan untuk membangun sumber penghasilan secara mandiri. Melalui pemberdayaan ekonomi, bantuan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi pijakan bagi penerima untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Dompet Dhuafa Jawa Tengah terus berkomitmen menghadirkan kebermanfaatan melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara amanah. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dalam menghadirkan berbagai program yang membantu masyarakat, termasuk melalui bantuan dan pemberdayaan ekonomi.

Kisah Anindita menjadi gambaran bahwa sebuah bantuan dapat menjadi awal dari sebuah ikhtiar. Dari modal yang diberikan, tumbuh harapan untuk menghidupkan kembali usaha keluarga, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membantu pendidikan adik-adiknya.

Semoga usaha yang akan kembali dijalankan Anindita dapat berjalan lancar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi keluarganya. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari kemandirian ekonomi dan membuka jalan bagi kehidupan keluarga yang lebih baik.

Dari sebuah usaha yang kembali dihidupkan, tumbuh harapan untuk keluarga. Semoga setiap ikhtiar Anindita menjadi jalan kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang-orang yang ia cintai.