Kisah 5 Srikandi Lansia Limbangan: Menolak Menyerah, Sulap Batang Rami Jadi Rupiah

Di sebuah sudut sederhana di Desa Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kendal, jari-jemari yang mulai keriput itu tidak lagi gemetar karena dingin atau lelah. Justru, tangan-tangan itu kini menari lincah, menyisir serat demi serat dengan ketelatenan yang luar biasa.

Sahabat, bayangkan menjadi mereka. Di usia yang seharusnya istirahat, para ibu dan perempuan lansia ini masih harus memutar otak agar dapur tetap ngebul. Dulu, tanaman Rami di sekitar mereka mungkin hanya dipandang sebelah mata. Potensinya terpendam, sama seperti harapan mereka yang perlahan meredup karena keterbatasan fisik dan modal.

Namun, cerita itu kini berubah manis.

Program “Nilai Tambah Budidaya Tumbuhan Rami” hadir bukan sekadar membawa bantuan, tapi membawa cahaya kepercayaan diri. Lima sosok tangguh para ibu dan lansia hebat ini kini tak lagi sekadar petani biasa. Mereka telah bertransformasi menjadi pengrajin “Pita Kerok” yang handal.

Tak main-main, berkat pendampingan intensif dari Dompet Dhuafa, produktivitas mereka di masa depan diharapkan mampu menghasilkan hingga 60 kg serat pita kerok per bulan. Mereka pun kini paham kualitas; memilah hasil panen menjadi Grade A, B, dan C dengan sangat teliti.

Kini, setiap helai pita kerok yang dihasilkan bukan hanya bernilai ekonomi, tapi juga menjadi simbol kemandirian. Dari Desa Tamanrejo, mereka membuktikan bahwa usia dan keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, asalkan ada tangan-tangan baik yang membersamai.

Sahabat, kisah 5 Srikandi di Kendal ini hanyalah permulaan.

Masih banyak ibu-ibu tangguh lain di pelosok negeri yang menunggu giliran untuk diberdayakan. Jangan biarkan semangat mereka padam karena ketiadaan modal dan pendampingan.

Mari, sisihkan sebagian rezeki kita untuk menciptakan lebih banyak senyum kemandirian seperti di Tamanrejo. Kebaikanmu hari ini, adalah masa depan cerah bagi mereka.

Scroll to Top