Penyaluran Bantuan Tahap Dua Program “Rumah Tumbuh” Sukses Dorong Kemandirian Keluarga Yatim di Pemalang

PEMALANG – Bantuan tahap kedua untuk Program Rumah Tumbuh bagi keluarga yatim atas nama Rotul di Pemalang telah resmi disalurkan pada Minggu (1/3/2026). Distribusi bantuan pada tahap ini difokuskan pada pemenuhan paket kebutuhan pokok (sembako) sebagai bantuan pangan, serta alokasi dana tunai untuk menunjang berbagai kebutuhan esensial keluarga lainnya. Penyaluran ini mencatatkan perkembangan yang signifikan, baik dari segi kemandirian ekonomi, peningkatan kualitas fasilitas hunian, hingga perubahan perilaku hidup sehat dari penerima manfaat.

Pemantauan terbaru pasca-intervensi program menunjukkan hasil yang positif pada aspek pemberdayaan ekonomi. Sejak pekan lalu, Rotul telah terserap ke dalam dunia kerja dan menempati posisi kasir di sebuah toko hijab yang berlokasi di sekitar kediamannya. Capaian ini sejalan dengan kerangka utama Program Rumah Tumbuh—yang secara nasional diakui sebagai model intervensi sosial yang holistik—di mana target program tidak hanya berhenti pada pembangunan atau perbaikan fisik hunian, melainkan juga berfokus pada pembentukan aset penghidupan yang berkelanjutan (sustainable livelihood) agar keluarga rentan dapat mencapai kemandirian finansial.

Dalam aspek kelayakan hunian, seluruh perlengkapan rumah tangga yang difasilitasi pada bulan Januari lalu telah terpasang dan berfungsi dengan baik, termasuk kelengkapan interior seperti tirai (gordyn) dan rak kamar mandi. Selain itu, perangkat elektronik penunjang kualitas hidup rumah tangga, seperti lemari es, penanak nasi (magic com), dan setrika, kini telah dimanfaatkan secara aktif. Terkait bantuan kompor dua tungku, pihak keluarga untuk sementara waktu menunda penggunaannya karena memilih untuk tetap memaksimalkan fungsi kompor satu tungku lama yang dinilai masih sangat layak pakai.

Peningkatan taraf hidup ini juga diikuti dengan adanya perubahan positif terhadap penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Berdasarkan observasi di lapangan, volume sampah yang biasanya berserakan di area depan rumah terpantau berkurang secara drastis. Hal ini didukung oleh mulai tumbuhnya kesadaran dan kebiasaan keluarga Rotul untuk memilah serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Secara keseluruhan, pembaruan kondisi pada keluarga Rotul ini menjadi indikator keberhasilan dari pendekatan Program Rumah Tumbuh. Melalui sinergi pemenuhan kebutuhan pangan, peningkatan kelayakan tempat tinggal, edukasi kebersihan, serta dorongan kemandirian ekonomi, program ini diharapkan terus menjadi solusi jangka panjang dalam memutus rantai kerentanan sosial bagi keluarga yatim di berbagai wilayah.

Scroll to Top