Dompet Dhuafa Jateng Latih Warga Sragen Produksi Kripik Wader dan Petek

SRAGENβ€” Dompet Dhuafa Jawa Tengah (DD Jateng) melanjutkan agenda pemberdayaan ekonomi “Kelas JadiBisa” hari kedua di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Jika hari sebelumnya difokuskan pada olahan basah, pelatihan hari kedua ini menyasar pada teknik produksi pangan kering, yakni mengolah ikan Wader dan ikan Petek menjadi kripik aneka rasa. Pada Kamis 12 Maret 2026.

Pelatihan ini memberikan pemahaman teknis kepada para peserta mengenai proses produksi dari bahan mentah hingga menjadi produk siap saji. Berdasarkan praktik di lapangan, proses pengolahan ikan ini menghasilkan perubahan berat akhir yang bervariasi. Sebagai gambaran, 400 gram ikan Wader mentah akan menghasilkan sekitar 260 gram Wader krispi. Sementara itu, 1,2 kilogram ikan Petek mentah dapat diolah menjadi sekitar 500 hingga 812 gram kripik matang.

Perbedaan rentang hasil akhir tersebut bukan tanpa alasan. Para instruktur mengedukasi warga bahwa berat akhir produk sangat dipengaruhi oleh ketebalan adonan tepung pada saat proses penepungan, serta seberapa maksimal minyak dihilangkan setelah proses penggorengan.

Untuk menghasilkan kripik yang renyah, tahan lama, dan tidak mudah tengik, peserta dilatih menggunakan mesin peniris minyak (spinner). Pengenalan alat spinner ini merupakan langkah intervensi teknologi sederhana agar kualitas kripik ikan produksi warga Desa Gilirejo Baru mampu memenuhi standar kelayakan untuk dipasarkan ke masyarakat luas.

Melalui kelanjutan program Kelas JadiBisa ini, diharapkan potensi hasil perairan lokal dapat dimaksimalkan. Pembekalan keterampilan ini menjadi fondasi penting bagi warga setempat dalam merintis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mandiri demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Scroll to Top